Berkas Perkara KDRT AS Diduga Janggal?

Pontianak– Sidang ke Duabelas dengan agenda duplik dalam kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa AS kembali digelar di Pengadilan Negeri Pontianak Kelas 1A di Jalan Sultan Abdurrahman, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota pada Selasa, 4 Januari 2022.

Sidang lanjutan dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Narni Priska Faridayanti,S.H.M.H, Hakim anggota Dewi Apriyanti,S.H.M.H dan Moch Ichsanuddin,S.H.M.H, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Samad SH. Kemudian terdakwa AS didampingi pengacaranya Arry Sakurianto,SH

Bacaan Lainnya

Penasehat Hukum (PH) terdakwa AS yakni, Arry Sakurianto,  SH menyebut, bergulirnya perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa AS ke Pengadilan Negeri Pontianak bermula pada Tahun 2011 ada seorang wanita yang berinisial LS membuat pengaduan di Polresta Pontianak yang mengaku diduga dianiaya oleh AS.

Pengacara Arry Sakurianto, SH

“Klien saya AS, pada Tahun 2011 oleh seorang wanita inisial LS dilaporkan ke Polresta Pontianak, tapi laporan ini sudah pernah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi anehnya tiba-tiba pada bulan September Tahun 2021 atau sekitar 10 tahun kemudian ada surat undangan tahap 2 dari Polresta Pontianak,”ujar Arry kepada media ini pada Selasa, 4 Januari 2022 di Pontianak.

Ia menambahkan, sebagai warga Negara yang taat hukum AS pun mendatangi Polresta Pontianak. Dan setelah tiba di Polresta Pontianak kemudian AS dilimpahkan ke Jaksa yang kemudian langsung ditahan selama 3 hari.

“Saya menduga perkara dugaan KDRT ada yang janggal, karena dilihat dari berkas yang dilimpahkan penyidik ke Jaksa ini diduga tidak asli. Tapi aneh oleh Jaksa berkas langsung diproses hingga saat ini sudah sidang yang ke duabelas,”kata Arry.

Lebih lanjut Arry berharap majelis Hakim berlaku adil dan membebaskan klienya karena menurutnya bahwa AS tidak bersalah. “Saya minta Majelis Hakim agar membebaskan AS, karena perkara ini diduga ada yang janggal,”tuturnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pontianak, Abdul Samad SH mengatakan, terkait saksi dari pihak korban LS yang 3 kali tidak bisa menghadiri sidang saksi karena saksi sudah pindah alamat dan tidak diketahui keberadaanya.

“Kami dari JPU sudah mengirim surat panggilan ke alamat saksi sesuai yang ada di KTP, tapi saksi sudah tidak berada ditempat. Bahkan saya sendiri yang kerumah saksi, tapi saksi tidak di temukan. Selain ke alamat rumah saksi saya juga sudah berusaha datang kerumah pihak keluarga saksi, tapi saksi juga tidak ditemukan,”ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.