Ini Perkembangan Penanganan 12 Mobil Ambulance di Kejati Kalbar

Pontianak – Ketua Forum Komunikasi Wartawan (FKW) Kalbar Edi Ashari, SH mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan 12 mobil Ambulance yang ditangani Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat pada Jumat, 21 Januari 2022.

“Kasus dugaan korupsi pengadaan 12 mobil Ambulance ini saya laporkan pada bulan Oktober Tahun 2021. Tapi hingga saat ini belum ada informasi lagi perkembangan penanganan nya apakah lanjut atau dihentikan,” ujar Edi kepada media ini Jumat, 12 Januari 2022.

Bacaan Lainnya

Edi menambahkan, terkait laporan 12 Unit mobil Ambulance tersebut ia hanya meminta kepada Kejati Kalbar untuk transparan dan memberikan informasi yang jelas sehingga ada kejelasannya.

“Saya meminta kepada Kejati Kalbar agar kooperatif memberikan informasi yang jelas atas penanganan kasus 12 mobil ini, kalau cukup bukti tolong segera diproses dan kalau memang tidak cukup bukti silahkan dihentikan,”tambah Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan 12 mobil ambulance tersebut pengadaanya di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat pada Tahun 2021 dengan jumlah anggaranya sebesar Rp 11 Miliar dan penyedia nya ada 2 perusahaan yang dilakukan dengan (PL) Penunjukan langsung bukan dengan lelang.

“Pengadaan 12 mobil ambulance ini dilaksanakan dengan penunjukan langsung bukan dilelang. Dan dari 12 mobil ini saat dilakukan penanganan di Kejati Kalbar interiornya ada di reparasi,”katanya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi, SH menyampaikan penanganan 12 unit mobil ambulance pengadaan Dinkes Kalbar telah di serahkan ke Pemerintah Provinsi Kalbar karena masih masa pemeliharaan.

“Kita serahkan ke APIP Provinsi kalbar. Karena 12 unit mobil tersebut masih dalam waktu pemeliharaan,”tuturnya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.