BNN Kalimantan Barat Bakar Satu Kilogram Narkoba

Pontianak – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat melakukan pemusnahan barang bukti narkoba 1025,4 gram di Jalan Paris 2 Kecamatan Pontianak Tenggara pada Kamis, 31 Maret 2022. Barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara di bakar.

Kepala Bidang Pemberantasan
Narkoba BNNP Kalbar Kombes Pol Drs. Ade Yana Supriyana, menjelaskan bahwa narkoba sebanyak 1025,4 gram yang dimusnahkan tersebut hasil pengungkapan tim berantas gabungan BNNP Kalbar dan Bea Cukai Kalbar. Dalam pengungkapan tersebut ada seorang pria inisial AP yang diduga memiliki barang haram narkoba diamankan.

Bacaan Lainnya

“Narkoba sebanyak 1025,4 Gram ini kita amankan dari seorang pria inisial AP yang narkobanya disimpan di jok motor di Kecamatan Pontianak Utara pada Sabtu, 19 Maret 2022. Dan dari interogasi tersangka AP mengaku mendapatkan telpon dari orang yang bernama JD dari Madura yang saat ini kita tetapkan sebagai DPO,”ujar Ade Yana kepada sejumlah wartawan pada Kamis, 31 Maret 2022.

Ade menambahkan, dari sambungan telepon JD meminta kepada AP agar mengambil uang sebesar Rp 400 juta di rekening AP yang dikirim oleh JD. Kemudian uang Rp 400 juta tersebut agar diserahkan kepada NR untuk di belikan Narkoba jenis sabu dengan imbalan sebesar Rp 10 juta.

“Selanjutnya uang sebesar Rp 400 juta oleh diambil oleh AP dari rekening dan kemudian uang tersebut diserahkan kepada NR untuk ditukar narkoba. Tapi karena narkoba tersebut kurang bagus, akhirnya AP dan NR janjian akan bertemu di JL Gusti Situt Machmud Pontianak Utara. Tapi setelah tiba dilokasi AP langsung di amankan oleh tim BNNP Kalbar,” tambah Ade Yana.

Lebih lanjut, Ade mengatakan, ada sejumlah barang bukti yang di sita dari tangan pelaku AP. Diantaranya, 1025,4 gram narkoba, 1 buah hp merk Samsung, 1 hp merek Poco, 1 buah kantong warna hitam, dan satu buah sepeda motor merk Yamaha Mio.

Sementara itu, tersangka AP mengaku sudah tiga kali melakukan perbuatan tersebut. Namun, aksi pertama, kedua imbalannya belum dibayar oleh orang yang menyuruh mengirim barang haram narkoba tersebut. ” Saya sudah tiga kali melakukan kegiatan seperti ini. Sekali antar barang upahnya Rp 10 juta. Dan saya tidak mengenal orang yang menyuruh karena hanya lewat hp, tapi orang tersebut katanya dari Madura,”tutur AP.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.