Unjuk Rasa di DPRD Kalbar Memanas, Pendemo Bakar Ban

Pontianak – Aksi unjuk rasa menuntut harga minyak goreng mahal dan ada wacana pilpres Tahun 2022 ditunda di Kantor DPRD Provinsi Kalbar sempat memanas setelah para pendemo bakar ban di Jalan Ahmad Yani pada Senin, 12 April 2022.

Pantauan media ini dilapangan aksi bakar ban dilakukan oleh sejumlah pendemo yang hendak kembali di Bundaran Untan. Sontak aksi bakar ban tersebut membuat konsentrasi pendemo terpecah. Bahkan akses arus lalulintas dari arah Kubu Raya ke Kota Pontianak macet.

Bacaan Lainnya

Namun, kemudian aparat bergerak cepat memadamkan ban yang dibakar oleh mahasiswa. Dan selanjutnya para mahasiswa berangsur angsur pergi meninggalkan lokasi aksi unjuk rasa. Tapi satu kelompok lagi dari aliansi masyarakat Kalbar masih menggelar unjuk rasa di depan DPRD Kalbar.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pontianak, Hefni Mulyana mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut membawa tuntutan tentang adanya kenaikan harga minyak goreng bahan bakar minyak Pertamax dan adanya wacana minyak Pertalite dan harga barang lainya akan naik.

“Tuntutan kami sebenarnya hanya minta agar adanya stabilisasi harga sehingga beban masyarakat tidak semakin berat,”ujar Hefni.

Ia menambahkan, tuntutan berikutnya tentang adanya wacana Pilpres pada Tahun 2024 akan ditunda. Walaupun wacana penundaan Pilpres tersebut sudah disampaikan oleh pemerintah tadi malam.

“Kami sudah mengetahui adanya rapat pemerintah pada hari Minggu, 10 April tadi malam, tidak ada penundaan pilpres. Tapi, rapat tersebut digelar secara mendadak dan pada hari libur,” tambah Hefni.

Kapolresta Pontianak Kombes Polisi Andi Herindra mengatakan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa itu ada sekitar 1000 personel yang diterjunkan yang tergabung dengan personel Polda Kalbar. Aksi unjuk rasa tersebut menurutnya juga ada pemberitahuan.

“Aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan aliansi ada pemberitahuan di kami. Dan alhamdulilah aksi unjuk rasa ini berlangsung aman dan lancar. Walau pun tadi ada yang bakar ban tapi setelah kita nasehati mereka mau mengerti dan kembali ke rumahnya masing-masing,”pungkas Andi.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.