Pertamina Minta Aparat Tindak Aktifitas Tangki Siluman di SPBU

Kubu Raya – Aktifitas mobil dimodifikasi untuk membeli minyak jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat marak. Akibat nya warga harus antri ketika hendak membeli bahan bakar minyak jenis solar di SPBU tersebut.

Manager Communication, Relation, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria berharap aparat penegak hukum (APH) bisa melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jika situasi tidak kondusif, maka kami akan alihkan dahulu pasokan solar di SPBU tersebut ke SPBU lainnya. Kita akan hentikan pasokan solar ke SPBU tersebut dan ini perlu sinergi semua pihak,”kata Satria saat dihubungi via sambungan telepon pada Rabu, 11 Mei 2022.

Sebelumnya diberitakan, Seorang sopir mobil Dum Truk insial H nyaris dipukul oleh salah satu sopir inisial B saat hendak antri membeli minyak jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kubu Raya, Kalimanatan Barat pada Senin, 9 Mei 2022.

Sopir mobil Dum Truk inisial H saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa dia dan salah satu sopir inisial B sempat terjadi keributan di SPBU di depan kantor Desa Sungai Ambawang Kuala pada Senin, 9 Mei 2022. Ribut ribut tersebut menurut H gara-gara antri minyak jenis solar.

“Kejadiannya bermula saya hendak membeli minyak jenis solar, dan tiba-tiba kunci mobil saya diambil oleh B dan mobil saya digeser ke tempat lain. Karena mobil saya digeser maka saya tegur B, tapi dia tidak terima lalu B memukul saya, tapi pukulan dari B itu tidak kena, karena saya terus menghindar,”ujar H pada Selasa, 10 Mei 2022 di Ambawang.

H menambahkan, bahwa di SPBU tersebut sering terjadi aktifitas mobil di duga memiliki tangki siluman yang membeli minyak jenis solar subsidi dengan kapasitas banyak. Akibat antrian mobil tangki tersebut sehingga mengakibatkan warga yang ingin beli minyak untuk transportasi kesulitan.

“Karena ada mobil tangki siluman beli sampai 600 liter dan bahkan ada yang 1 ton sehingga kami tidak kebagian. Jadi saya minta kepada aparat yang berwenang untuk menertibkam mobil yang antri gunakan tangki siluman tersebut,”ujar H.

Manager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Sungai Ambawang, Subhan membenarkan bahwa ada ribut-ribut antara sesama sopir mobil yang sedang antri minyak jenis solar. Tapi ia tidak mengetahui penyebab kedua sopir tersebut ribut- ribut.

“Iya benar kemarin ada ribut di SPBU ini, antara sopir mobil Dum Truk yang sedang antri membeli minyak jenis solar. Dan saya tidak tahu masalahnya tapi infonya karena antrian sopir yang satu di salip oleh sopir yang satunya sehingga terjadi salah faham,”ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa di SPBU yang ia pimpin memang ada aktifitas pembelian minyak jenis solar bersubsidi yang menggunakan mobil yang tidak standar seperti modifikasi. Namun ia akui tidak bisa melarang aktifitas tersebut, karena aktifitas itu pernah dia larang tapi justru malah akan di tinju oleh para pengantri minyak.

“Saya pernah memberikan imbauan agar warga tidak beli minyak jenis solar menggunakan mobil tangki yang di modifikasi, tapi mereka tidak mau dengar, bahkan saya mau di tinju. Jadi saya hanya bisa berharap kepada aparat penegak hukum (APH) agar melakukan penertiban mobil yang membeli minyak menggunakan mobil tidak standar,”katanya.

Ia menambahkan, ada sekitar 8 mobil yang membeli minyak menggunakan mobil tidak standar atau siluman. Dan ia akui tidak bisa melarang warga itu. Karena kalau aktifitas pembelian yang menggunakan mobil siluman dilarang maka dampaknya akan mendapatkan intervensi dari para pengantri.

“Saya tidak bisa melarang mereka dan terkait aktifitas pembelian minyak yang menggunakan mobil diduga tidak standar ini juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polri dan Pertamina Kalbar ,”tutup Subhan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.