TNI AL Kerahkan Armada Kesehatan dan Logistik ke Sumatra Terdampak Bencana
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, pada 30 November 2025 secara resmi memberangkatkan armada Kapal Rumah Sakit (KRS) milik TNI Angkatan Laut dari dua pangkalan utama, Jakarta dan Surabaya. Misi kemanusiaan ini ditujukan untuk memberikan bantuan medis dan logistik krusial bagi ribuan korban bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kapal-kapal yang diberangkatkan, termasuk KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991) dan KRI Suharso (990), merupakan fasilitas medis terapung lengkap yang dilengkapi dengan ruang operasi, unit gawat darurat, ruang perawatan intensif, poliklinik, serta tenaga medis spesialis dari berbagai disiplin ilmu. Kehadiran mereka diharapkan dapat mengatasi keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah terdampak yang mungkin rusak atau terisolir akibat bencana.
Bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra tersebut meliputi banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi ringan di beberapa lokasi, yang telah menyebabkan ribuan warga mengungsi, ratusan rumah rusak, dan beberapa infrastruktur penting lumpuh. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi untuk meminimalisir dampak lanjutan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Prioritas Bantuan Medis dan Logistik Mendesak
Dalam sambutannya saat upacara pemberangkatan di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL dalam membantu rakyat. Beliau menyampaikan:
“Ini adalah panggilan kemanusiaan. TNI Angkatan Laut selalu siap sedia menjadi garda terdepan dalam setiap krisis yang menimpa bangsa kita. Kami tidak hanya membawa fasilitas medis, tetapi juga harapan dan solidaritas. Pastikan setiap tetes bantuan sampai kepada yang membutuhkan dengan cepat dan tepat. Ini adalah wujud bakti kami kepada negara dan rakyat Indonesia.”
Selain sebagai rumah sakit terapung, kapal-kapal ini juga mengemban misi vital pengiriman logistik. Muatan yang dibawa meliputi bahan makanan pokok, air bersih, selimut, tenda pengungsian, obat-obatan esensial, serta peralatan kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana. Tim relawan dan personel pendukung juga ikut serta untuk membantu distribusi bantuan di darat.
Sinergi Nasional dan Jangkauan Lebih Luas
Pemberangkatan armada dari dua pangkalan berbeda, Jakarta dan Surabaya, merupakan strategi untuk mengoptimalkan waktu tempuh dan jangkauan pelayanan. Kapal-kapal ini akan berlayar menuju titik-titik koordinasi yang telah ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di setiap provinsi terdampak, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan respons bencana yang lebih efektif dan efisien.
Misi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana secara signifikan, terutama dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya TNI AL ini juga menunjukkan sinergi kuat antarlembaga negara dalam merespons situasi darurat demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan nasional. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi hingga kondisi pulih total.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
