February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Situasi Gizi di Sumatera: BGN Soroti Peningkatan Mendesak di Sumut, Harapan Baru di Sumbar

Jakarta, 12 December 2025 – Operasi tanggap darurat yang dilancarkan Badan Gizi Nasional (BGN) di tiga provinsi kunci di Sumatera—Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara—menunjukkan dinamika yang kompleks dan menuntut perhatian serius. Sementara Aceh berhasil mempertahankan stabilitas dan Sumatera Barat mencatatkan penurunan kasus gizi buruk, Sumatera Utara kini menjadi sorotan utama dengan peningkatan signifikan dalam angka malnutrisi, memicu kekhawatiran dan respons cepat dari BGN.

Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, program intervensi gizi BGN dirancang untuk mengatasi kerentanan pangan dan nutrisi pasca-serangkaian tantangan ekonomi serta cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Data terbaru yang dikumpulkan hingga akhir pekan lalu menyoroti disparitas mencolok dalam efektivitas program di setiap daerah, menuntut pendekatan yang lebih terfokus dan adaptif.

Sumatera Utara: Alarm Merah dan Intervensi Mendesak

Situasi di Sumatera Utara kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Laporan BGN menunjukkan adanya lonjakan kasus gizi kurang dan gizi buruk, terutama di kalangan balita dan ibu hamil, di beberapa kabupaten terpencil dan wilayah yang baru-baru ini terdampak perpindahan penduduk. Kenaikan ini diperkirakan mencapai 15% dalam tiga bulan terakhir, sebuah angka yang memicu BGN untuk meningkatkan skala operasinya secara drastis.

Ketua Gugus Tugas Operasi Gizi BGN untuk Sumatera, Dr. Siti Nuraini, menyatakan keprihatinannya. “Kami melihat adanya kombinasi faktor yang memperburuk kondisi gizi di Sumatera Utara, mulai dari keterbatasan akses pangan akibat gangguan rantai pasok, hingga kurangnya edukasi gizi di tingkat komunitas. Kami telah mengerahkan tim tambahan, termasuk ahli gizi dan relawan medis, serta mempercepat distribusi bantuan makanan tambahan dan vitamin,” jelas Dr. Nuraini dalam konferensi pers virtual kemarin. BGN juga berencana untuk membuka posko gizi keliling dan memperluas jangkauan program penyuluhan langsung ke desa-desa yang paling terdampak, dengan target mencapai setidaknya 50.000 keluarga dalam dua bulan ke depan.

Sumatera Barat Menurun, Aceh Tetap Stabil: Buah Kolaborasi dan Kewaspadaan

Berbanding terbalik dengan Sumatera Utara, Sumatera Barat menunjukkan tren positif yang membanggakan. Angka kasus gizi buruk di provinsi ini dilaporkan menurun hingga 10% dalam empat bulan terakhir, sebuah indikator keberhasilan intervensi yang terpadu. Penurunan ini dikaitkan dengan program pemberdayaan masyarakat yang kuat, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dasar, serta distribusi bantuan pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama BGN berhasil mengaktifkan kembali posyandu dan puskesmas sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penanganan kasus gizi.

Di Aceh, kondisi gizi tetap stabil, menunjukkan efektivitas sistem pemantauan dan kewaspadaan dini yang telah dibangun pasca-bencana tsunami beberapa tahun lalu. Meskipun masih ada tantangan, angka malnutrisi di provinsi ini berada pada tingkat yang terkendali, berkat program gizi berkelanjutan dan respons cepat terhadap indikator-indikator risiko. BGN di Aceh fokus pada penguatan kapasitas lokal dan edukasi gizi jangka panjang, menjadikannya model keberhasilan dalam membangun ketahanan pangan dan gizi.

“Situasi di Sumatera adalah cerminan dari kompleksitas tantangan gizi nasional. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan haknya atas gizi yang layak. Kita tidak bisa membiarkan satu pun provinsi tertinggal dalam perjuangan ini.”

— Kepala Badan Gizi Nasional, Prof. Dr. Budi Santoso

Prof. Dr. Budi Santoso, Kepala Badan Gizi Nasional, menegaskan bahwa meskipun ada kabar baik dari Aceh dan Sumatera Barat, fokus utama BGN saat ini adalah mencegah eskalasi krisis gizi di Sumatera Utara. Ia menyerukan kepada seluruh pihak untuk meningkatkan dukungan dan sumber daya guna membantu mengatasi peningkatan kasus yang mengkhawatirkan ini. BGN berkomitmen untuk terus memantau situasi secara ketat dan menyesuaikan strategi intervensinya demi menjamin kesehatan dan masa depan generasi muda di seluruh Sumatera.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda