January 11, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Polisi: Ujaran ‘Mens Rea’ Picu Kontroversi, Komika Ucap Terima Kasih

Komika dan aktivis publik, Pandji Pragiwaksono, kembali menjadi sorotan setelah sebuah laporan kepolisian dilayangkan terhadapnya terkait materi stand-up comedy yang diduga menyinggung ‘Mens Rea’. Laporan ini memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat mengenai batasan kebebasan berekspresi dan potensi penafsiran hukum. Menanggapi situasi tersebut, Pandji Pragiwaksono menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pihak yang telah memberikan dukungan dan doa baginya, mengisyaratkan kesiapan menghadapi proses yang mungkin terjadi.

Pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono ini mencuat pada 09 January 2026, dan informasi awal menyebutkan bahwa materi yang dipermasalahkan diduga berkaitan dengan konsep ‘Mens Rea’—istilah Latin yang berarti ‘pikiran bersalah’ atau niat jahat, sebuah unsur penting dalam hukum pidana. Materi tersebut, yang belum diketahui secara detail konteks lengkapnya, disinyalir telah memicu keberatan dari sekelompok masyarakat yang merasa tersinggung atau khawatir akan potensi kesalahpahaman publik.

Kontroversi di Balik Materi ‘Mens Rea’

Laporan polisi terhadap Pandji Pragiwaksono diajukan oleh kelompok masyarakat yang merasa materi sang komika telah melampaui batas etika atau bahkan menyentuh ranah hukum. Meskipun belum ada rincian resmi mengenai pasal yang dituduhkan, kasus semacam ini seringkali dikaitkan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama pasal-pasal terkait ujaran kebencian atau pencemaran nama baik, atau bahkan penistaan jika ada kaitannya dengan isu sensitif.

Pandji Pragiwaksono, yang dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik melalui komedi serta platform lainnya, seringkali menyajikan materi yang provokatif dan mengundang diskusi. Keterlibatannya dalam berbagai kontroversi sebelumnya seringkali berkaitan dengan kritik tajamnya terhadap fenomena sosial atau kebijakan publik. Oleh karena itu, laporan ini bukan kali pertama baginya menghadapi tantangan hukum terkait konten yang ia sampaikan, menjadikannya figur yang selalu menarik perhatian publik dan media.

Pihak pelapor, yang identitasnya tidak dirinci secara spesifik dalam informasi awal, diperkirakan telah menyerahkan bukti-bukti pendukung kepada aparat kepolisian. Proses selanjutnya akan melibatkan penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam materi yang dipermasalahkan. Kasus ini menambah daftar panjang perdebatan tentang ruang lingkup kebebasan berekspresi di Indonesia, di mana batas antara kritik, sarkasme, dan potensi pelanggaran hukum seringkali menjadi area abu-abu yang menantang untuk diinterpretasikan.

Dukungan Mengalir, Proses Hukum Menanti

Menanggapi pelaporan ini, Pandji Pragiwaksono memilih untuk merespons dengan nada apresiasi. Melalui akun media sosialnya dan beberapa pernyataan singkat, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa. Sikap ini menunjukkan bahwa ia menyadari pelaporan tersebut dan siap menghadapi segala konsekuensinya.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman, para pendukung, dan siapa pun yang telah mengirimkan doa dan dukungan tulusnya. Ini sangat berarti bagi saya dan memberikan kekuatan untuk menghadapi situasi ini,” tulis atau disampaikan Pandji dalam tanggapannya.

Ungkapan terima kasih ini segera disambut dengan berbagai reaksi dari warganet. Sebagian besar menyatakan dukungan dan membela hak Pandji untuk berekspresi, sementara sebagian lainnya menganggap bahwa setiap konten publik harus bertanggung jawab dan mematuhi norma hukum serta sosial. Perdebatan ini mencerminkan polarisasi opini publik terhadap isu kebebasan berpendapat versus tanggung jawab publik.

Langkah selanjutnya dalam kasus ini akan bergantung pada hasil penyelidikan kepolisian. Jika ditemukan adanya indikasi pidana, Pandji Pragiwaksono kemungkinan besar akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian luas, mengingat status Pandji sebagai figur publik yang memiliki basis penggemar kuat dan sering menjadi penggerak opini publik. Perkembangan selanjutnya dari kasus ini akan terus dinanti oleh masyarakat luas, terutama oleh mereka yang peduli terhadap isu kebebasan berekspresi dan penegakan hukum di Indonesia.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda