Masdar Apresiasi Kebijakan Energi RI, Percepat Transisi Bersih Nasional
JAKARTA – Perusahaan energi terbarukan global asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan adaptif pemerintah Indonesia dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih. Penilaian ini disampaikan seiring dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2060 dan upaya aktif dalam mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan skala besar.
Menurut Masdar, kolaborasi erat antara pemerintah, melalui regulasi yang mendukung, dan PT PLN (Persero) sebagai motor penggerak sektor kelistrikan nasional, menjadi kunci utama keberhasilan transisi energi. Salah satu contoh nyata dari sinergi ini adalah pengembangan dan perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Jawa Barat, proyek yang kini menjadi salah satu pionir energi bersih di Asia Tenggara.
“Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam perjalanan transisi energi global,” ujar seorang perwakilan Masdar, 13 January 2026. “Pendekatan adaptif dalam kebijakan energi, yang memungkinkan inovasi dan investasi, sangat krusial. Bersama PLN, kami melihat adanya dorongan signifikan untuk integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional, sebuah langkah fundamental menuju masa depan yang lebih hijau.”
Inovasi dan Kolaborasi di Proyek Cirata
PLTS Terapung Cirata merupakan bukti nyata dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Masdar. Proyek ini, yang dibangun di atas Waduk Cirata, memanfaatkan potensi besar sumber daya air untuk sekaligus menghasilkan energi listrik dari tenaga surya. Tahap pertama PLTS ini memiliki kapasitas 192 MWp dan merupakan salah satu PLTS terapung terbesar di kawasan.
Peran PLN sebagai penjamin pembeli (off-taker) energi listrik dari proyek ini sangat vital, memberikan kepastian investasi bagi pengembang seperti Masdar. Lebih jauh, keberhasilan proyek Cirata menjadi model bagi pengembangan energi terbarukan serupa di lokasi lain di Indonesia, khususnya di waduk-waduk yang memiliki potensi serupa. Perluasan kapasitas PLTS Cirata di masa mendatang diharapkan akan semakin memperkuat bauran energi bersih nasional.
Kebijakan adaptif yang diterapkan pemerintah Indonesia, dipadukan dengan kemitraan strategis bersama PT PLN (Persero), merupakan kunci percepatan transisi energi bersih di negara ini. Inisiatif seperti PLTS Terapung Cirata adalah bukti nyata komitmen tersebut, dan kami bangga menjadi bagian dari perjalanan inovatif ini. Ini menunjukkan bagaimana sinergi sektor publik dan swasta dapat menghasilkan dampak transformatif.
Visi Energi Bersih dan Tantangan ke Depan
Apresiasi Masdar datang di tengah upaya serius Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memenuhi komitmen dalam Perjanjian Paris. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, serta mengembangkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang lebih hijau, yang dipimpin oleh PLN.
Meskipun demikian, perjalanan menuju transisi energi bersih tidak tanpa tantangan. Isu-isu seperti pendanaan proyek, infrastruktur jaringan listrik yang adaptif untuk energi terbarukan yang intermiten, serta pengembangan teknologi penyimpanan energi menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diatasi. Namun, dengan potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah, mulai dari surya, hidro, panas bumi, hingga angin, Indonesia memiliki modal besar untuk mencapai targetnya.
Kolaborasi dengan investor dan pengembang energi terbarukan global seperti Masdar menjadi sangat penting untuk membawa modal, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan. Pemerintah Indonesia diharapkan terus menjaga iklim investasi yang kondusif dan regulasi yang fleksibel untuk menarik lebih banyak investasi asing di sektor energi terbarukan, guna mengakselerasi pencapaian visi energi bersih nasional pada tahun-tahun mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
