February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Kemenhaj Perkuat Kesiapan Petugas Haji 2026 Lewat Latihan Semi Militer

Jakarta, 21 January 2026 – Kementerian Haji (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan kebijakan baru terkait program pelatihan bagi calon petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) untuk musim haji 2026. Dalam upaya memperkuat kapasitas fisik dan mental petugas, Kemenhaj akan menerapkan metode pelatihan semi militer, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan responsivitas di Tanah Suci.

Pengumuman ini datang menyusul evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan ibadah haji sebelumnya, yang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan peningkatan daya tahan dan kesiapsiagaan petugas di tengah dinamika tantangan operasional, seperti kondisi cuaca ekstrem, mobilitas tinggi jemaah, dan penanganan situasi darurat.

Transformasi Pelatihan Demi Pelayanan Optimal

Kemenhaj menyatakan bahwa perubahan pendekatan pelatihan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan haji yang lebih prima dan terstandar secara internasional. Dengan jutaan jemaah yang berpartisipasi setiap tahun, peran petugas haji sangat krusial dalam memastikan kelancaran ibadah dan keselamatan para tamu Allah.

Metode pelatihan semi militer dirancang untuk menanamkan disiplin, ketahanan fisik yang prima, dan kemampuan manajerial krisis pada setiap individu petugas. Ini meliputi serangkaian tahapan fisik dan mental yang intensif, melampaui kurikulum pembekalan konvensional.

“Kami menyadari bahwa tugas melayani jemaah haji adalah amanah besar yang menuntut fisik yang kuat dan mental yang baja. Dengan pelatihan semi militer ini, kami ingin memastikan bahwa setiap petugas memiliki ketahanan luar biasa untuk menghadapi berbagai kondisi di lapangan, mulai dari cuaca panas ekstrem hingga penanganan jemaah dengan kebutuhan khusus, serta situasi tak terduga yang mungkin terjadi. Pelayanan prima tidak hanya tentang keramahtamahan, tetapi juga tentang kesigapan dan daya tahan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj dalam konferensi pers di Jakarta.

Program ini akan fokus pada pengembangan aspek-aspek penting seperti kemampuan bertahan dalam kondisi fisik yang menantang, keterampilan pertolongan pertama, manajemen kerumunan, serta peningkatan kapasitas komunikasi dan koordinasi antar tim. Tujuannya adalah membentuk petugas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan profesionalisme tinggi.

Detail Program dan Manfaat Jangka Panjang

Pelatihan semi militer ini tidak berarti petugas akan bertugas seperti militer, melainkan mengadopsi elemen-elemen disiplin, ketangkasan, dan ketahanan yang biasa diterapkan dalam lingkungan militer. Tahapan pelatihan akan mencakup orientasi fisik yang ketat, latihan baris-berbaris untuk membangun kedisiplinan dan kekompakan tim, simulasi penanganan kerumunan, serta pembekalan teknis yang lebih mendalam mengenai logistik dan manajemen operasional haji.

Selain aspek fisik, pelatihan ini juga akan mengintegrasikan sesi pengembangan mental dan psikologis untuk memperkuat resiliensi petugas terhadap tekanan dan stres kerja. Diharapkan, lulusan program ini akan mampu memberikan pelayanan tanpa henti, bahkan dalam durasi kerja yang panjang dan menantang.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenhaj menambahkan, “Kami telah merancang kurikulum yang komprehensif, melibatkan instruktur profesional dari berbagai latar belakang, termasuk ahli kedisiplinan dan manajemen bencana. Kami tidak hanya melatih otot, tetapi juga pikiran dan hati para petugas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas pelayanan haji Indonesia.”

Kemenhaj berharap, dengan pelatihan semi militer ini, petugas haji Indonesia akan menjadi pionir dalam standar pelayanan global, membawa nama baik bangsa, dan yang terpenting, memberikan pengalaman ibadah haji yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh jemaah.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda