February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Jakarta Diterjang Banjir Meluas: 45 RT dan 22 Ruas Jalan Terendam Air

Hujan deras tanpa henti yang mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta sejak dini hari hingga 22 January 2026 sore, telah memicu meluasnya genangan air dan banjir di sejumlah titik ibu kota. Data terbaru yang dirilis oleh pihak berwenang menunjukkan, sebanyak 45 Rukun Tetangga (RT) dan 22 ruas jalan utama dilaporkan terendam, mengganggu aktivitas warga dan memicu kemacetan parah di berbagai lokasi strategis.

Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan Jakarta dalam menghadapi musim penghujan, di mana infrastruktur drainase seringkali kewalahan menampung volume air yang ekstrem. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek sebelumnya telah dikeluarkan, namun intensitas hujan hari ini melampaui prediksi di beberapa area.

Dampak Meluas dan Titik Terparah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 15.00 WIB pada 22 January 2026, jumlah lokasi terdampak terus bertambah dan penyebarannya semakin meluas. Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi area yang paling parah terkena dampak, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi permukiman padat penduduk.

Puluhan ruas jalan protokol dan akses permukiman warga tak luput dari genangan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas lumpuh total di beberapa segmen vital, memaksa pengguna jalan mencari alternatif rute yang juga seringkali tergenang, atau terjebak dalam antrean panjang yang tak terhindarkan. Kawasan seperti Kebon Pala, Bidara Cina, dan sejumlah jalan di Cilandak dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi, menyulitkan mobilitas warga yang hendak pulang bekerja maupun beraktivitas lainnya. Sejumlah fasilitas umum dan perkantoran juga dilaporkan terdampak, meskipun belum ada laporan signifikan mengenai kerusakan infrastruktur besar.

Respons Pemerintah dan Peringatan Dini

Menyikapi situasi darurat ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan tim reaksi cepat ke lapangan untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi warga yang terjebak di area banjir. Posko pengungsian sementara juga telah disiapkan di beberapa lokasi strategis, lengkap dengan bantuan logistik dasar untuk korban terdampak. Petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, dan aparat kepolisian serta TNI juga turut diterjunkan untuk membantu penanganan genangan dan pengaturan lalu lintas.

Gubernur DKI Jakarta dalam keterangan persnya mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir ini. Langkah-langkah antisipatif, termasuk pembersihan saluran air dan pengerukan lumpur, telah digalakkan jauh sebelum musim hujan tiba, namun curah hujan ekstrem menjadi tantangan tersendiri.

“Curah hujan yang terjadi hari ini berada di atas rata-rata normal dan bersifat ekstrem di beberapa lokasi. Kami memohon kepada seluruh warga untuk selalu memantau informasi terkini dari kanal resmi pemerintah, tidak memaksakan diri melintasi genangan tinggi, dan menghindari area-area yang rawan banjir demi keselamatan bersama,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima media.

BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini lanjutan mengenai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang masih akan berlangsung hingga malam hari di wilayah Jabodetabek. Warga diimbau untuk tidak lengah dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan genangan yang semakin meluas atau bahkan banjir kiriman dari hulu sungai, meskipun ketinggian muka air di pintu-pintu air utama masih dalam kondisi siaga rendah.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda