Drama Dua Penalti, Persija Jakarta Kunci Tiga Poin Vital dari Madura United
JAKARTA, 23 January 2026 – Persija Jakarta berhasil mengamankan tiga poin penuh dalam laga lanjutan Liga 1 musim 2025/2026 setelah menaklukkan Madura United dengan skor tipis 2-1. Pertandingan sengit yang diwarnai dua gol penalti ini berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1/2026) malam WIB. Kemenangan ini krusial bagi Macan Kemayoran untuk menjaga asa di papan atas klasemen, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang.
Jalannya Laga Penuh Drama dan Kontroversi
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi dan determinasi kuat. Bermain di hadapan puluhan ribu Jakmania yang memadati SUGBK, Persija berinisiatif menyerang dan menciptakan beberapa peluang awal melalui pergerakan lincah Riko Simanjuntak di sisi sayap. Namun, solidnya pertahanan Madura United yang dikawal oleh Fachruddin Aryanto dan Cleberson mampu meredam setiap serangan, membuat lini depan Persija kesulitan menembus kotak penalti.
Drama pertama terjadi pada menit ke-28. Penyerang andalan Persija, Marko Simic, dijatuhkan di kotak terlarang oleh bek Madura United, Cleberson, saat mencoba menyambut umpan silang mendatar dari Rio Fahmi. Wasit Cahya Suganda tanpa ragu menunjuk titik putih. Simic yang maju sebagai eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna, mengirim bola ke pojok gawang yang tak terjangkau kiper Lucas Frigeri. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Macan Kemayoran.
Tertinggal satu gol, Madura United tidak tinggal diam dan meningkatkan intensitas serangan mereka. Gelandang jangkar Hugo Gomes (Jaja) dan Malik Risaldi berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Persija yang dikomandoi Ondrej Kudela dan Rizky Ridho. Upaya gigih mereka akhirnya membuahkan hasil jelang turun minum. Pada menit ke-43, Malik Risaldi berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan keras Lulinha dari luar kotak penalti yang sempat ditepis Andritany Ardhiyasa. Gol ini membuat babak pertama berakhir imbang 1-1, menyisakan ketegangan bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tak mengendur, bahkan cenderung meningkat. Pelatih Persija, Thomas Doll, melakukan pergantian strategis dengan memasukkan gelandang serang Maciej Gajos untuk menambah daya serang dan kreativitas di lini tengah. Keputusan ini terbukti jitu. Pada menit ke-65, Gajos yang baru masuk dilanggar keras oleh Novan Setya Sasongko di dalam kotak penalti saat melakukan penetrasi. Lagi-lagi, wasit menunjuk titik putih. Kali ini, Gajos sendiri yang mengambil eksekusi dan berhasil menaklukkan Frigeri untuk kedua kalinya, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Persija.
Sisa waktu pertandingan menjadi ajang jual beli serangan yang mendebarkan. Madura United terus berupaya mencari gol penyama kedudukan dengan memasukkan penyerang tambahan, namun rapatnya pertahanan Persija serta beberapa penyelamatan gemilang dari Andritany Ardhiyasa membuat gawang Macan Kemayoran tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan tipis ini disambut riuh sorakan para pendukung tuan rumah, menandai tiga poin penting bagi perjalanan mereka di Liga 1.
Analisis Kemenangan dan Prospek Kedua Tim
Kemenangan ini menunjukkan mentalitas juara dan ketangguhan Persija Jakarta, terutama dalam menghadapi tekanan. Meski sempat kebobolan di akhir babak pertama, tim asuhan Thomas Doll mampu bangkit dan kembali unggul melalui eksekusi penalti yang dingin. Efektivitas serangan balik dan soliditas lini belakang di paruh kedua pertandingan juga patut diacungi jempol, membuktikan kedalaman skuad Macan Kemayoran.
Bagi Madura United, kekalahan ini terasa pahit. Mereka telah menunjukkan perlawanan sengit, menciptakan beberapa peluang emas, dan memiliki semangat juang yang tinggi. Namun, kesalahan-kesalahan di lini pertahanan yang berujung pada hadiah penalti menjadi bumerang. Pelatih Madura United, Mauricio Souza, tentu memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki fokus dan disiplin pemainnya agar tidak terulang di pertandingan berikutnya.
Dengan tambahan tiga poin, Persija Jakarta kini merangkak naik ke posisi empat klasemen sementara Liga 1, menempel ketat tim-tim di tiga besar yang bersaing memperebutkan tiket Championship Series. Sementara itu, Madura United tertahan di peringkat ketujuh, dan harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas serta menjaga peluang mereka di sisa musim ini.
Komentar Pelatih dan Evaluasi Tim
Usai pertandingan, pelatih Persija Thomas Doll menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan anak asuhnya dan atmosfer yang diciptakan Jakmania.
“Ini adalah pertandingan yang sangat sulit, penuh emosi. Madura United bermain sangat baik dan menyulitkan kami di banyak momen. Tapi, saya bangga dengan mentalitas tim. Kami tidak menyerah dan terus berjuang hingga akhir. Dua penalti itu adalah buah dari keberanian pemain kami untuk masuk ke kotak penalti lawan dan mencari peluang,” ujar Doll dalam konferensi pers pasca-laga, sembari mengisyaratkan kepuasan.
Di sisi lain, Mauricio Souza dari Madura United mengungkapkan kekecewaannya, terutama terkait keputusan wasit yang berulang kali menunjuk titik putih.
“Kami merasa sedikit dirugikan dengan beberapa keputusan. Dua penalti dalam satu pertandingan, apalagi di laga tandang yang ketat, itu terlalu banyak dan mengubah jalannya pertandingan. Tapi, kami harus menerima hasilnya dan fokus memperbaiki diri. Anak-anak sudah berjuang maksimal, kami hanya kurang beruntung dalam penyelesaian akhir dan beberapa insiden,” kata Souza dengan nada kecewa, namun tetap menghargai usaha anak asuhnya.
Hasil ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim menjelang jadwal padat Liga 1. Persija akan bertandang ke markas PSS Sleman pekan depan dalam laga yang tidak kalah penting, sementara Madura United akan menjamu Borneo FC di kandang mereka. Publik sepak bola nasional menantikan kelanjutan persaingan seru di Liga 1 musim ini, yang diprediksi akan semakin panas.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
