Surabaya Jadi Percontohan: Sistem Pompa Terintegrasi Atasi Banjir Kronis
Surabaya, 24 January 2026 – Kota Surabaya telah menunjukkan terobosan signifikan dalam upaya mitigasi bencana banjir. Melalui pengembangan dan implementasi sistem pompa air terintegrasi yang canggih, ibu kota Provinsi Jawa Timur ini berhasil mengurangi dampak genangan secara drastis di kawasan-kawasan rawan, menjadikannya model inspiratif bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa akibat perubahan iklim dan urbanisasi.
Sistem ini, yang merupakan buah dari investasi jangka panjang dan perencanaan matang pemerintah kota, tidak hanya fokus pada pembuangan air, tetapi juga pada manajemen aliran air yang komprehensif. Keberhasilan Surabaya membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan pemanfaatan teknologi, masalah banjir kronis dapat diatasi, bahkan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang semakin tidak terduga.
Menguak Jaringan Pompa Cerdas Penakluk Banjir
Inti dari keberhasilan Surabaya terletak pada jaringan rumah pompa modern yang tersebar di berbagai titik strategis, terutama di daerah cekungan dan pesisir. Sistem ini tidak hanya terdiri dari unit-unit pompa individual, melainkan terhubung dalam sebuah ekosistem terintegrasi yang memantau level air secara real-time.
Dengan sensor-sensor mutakhir dan pusat kendali terpadu, petugas dapat mengoperasikan pompa secara efisien, mengalihkan aliran air, dan memprioritaskan penanganan genangan di area-area krusial. Sebelum sistem ini dioptimalkan, beberapa ruas jalan utama dan kawasan padat penduduk di Surabaya kerap lumpuh total selama berjam-jam akibat hujan deras. Kini, waktu genangan telah berkurang signifikan, dari berjam-jam menjadi puluhan menit, bahkan hanya hitungan menit di banyak lokasi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam berbagai kesempatan sering menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan tata kelola air yang baik. Ia mengungkapkan bahwa sistem ini adalah hasil dari komitmen kota untuk memberikan rasa aman kepada warganya.
“Sistem ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi representasi komitmen kami untuk memastikan warga Surabaya dapat hidup aman dan nyaman, bebas dari ancaman banjir yang dulu kerap menghantui. Setiap rupiah yang kami investasikan adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Eri Cahyadi.
Integrasi sistem ini juga mencakup pembersihan dan pemeliharaan rutin saluran drainase serta optimalisasi kapasitas tampungan air. Ini memastikan bahwa ketika curah hujan tinggi, air dapat mengalir lancar menuju rumah pompa tanpa hambatan.
Inspirasi Nasional di Tengah Tantangan Iklim Global
Keberhasilan Surabaya dalam mengatasi banjir telah menarik perhatian pemerintah daerah lain di Indonesia. Delegasi dari beberapa kota dan kabupaten dikabarkan telah mengunjungi Surabaya untuk mempelajari lebih lanjut model penanganan banjir ini. Tantangan banjir bukan monopoli Surabaya; banyak kota lain menghadapi situasi serupa, yang diperparah oleh densitas penduduk, penurunan muka tanah, dan dampak perubahan iklim global.
Para ahli tata kota dan hidrologi menilai bahwa kunci replikasi model Surabaya terletak pada komitmen politik yang kuat, investasi berkelanjutan dalam infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk pengambilan keputusan. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air juga menjadi faktor pendukung penting yang tidak bisa diabaikan.
Meskipun telah menunjukkan hasil yang memuaskan, Pemerintah Kota Surabaya tidak lantas berpuas diri. Upaya pengembangan dan peningkatan kapasitas sistem terus dilakukan, termasuk integrasi dengan sistem peringatan dini bencana dan adaptasi terhadap pola curah hujan yang semakin ekstrem. Surabaya berharap dapat terus menjadi percontohan bagi kota-kota lain, membangun ketahanan kota (urban resilience) menuju Indonesia yang lebih tangguh di masa depan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
