February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Drama Comeback Hentikan Jafar/Felisha di Semifinal Indonesia Masters 2026

Jakarta – Langkah ganda campuran andalan Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus terhenti di babak semifinal turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026. Pasangan tuan rumah ini takluk dalam drama tiga gim yang menegangkan setelah sempat memimpin, menunjukkan ketatnya persaingan di level tertinggi bulutangkis dunia. Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Indonesia untuk menempatkan wakil di sektor ganda campuran pada final turnamen BWF Super 500 tersebut.

Bertanding di hadapan ribuan pendukung setia yang memadati Istora Senayan pada 24 January 2026, Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan lawan mereka, pasangan tangguh dari Tiongkok, Zheng Lei/Lin Xi. Pertandingan yang berlangsung selama 78 menit itu berakhir dengan skor 21-18, 17-21, dan 19-21. Ironisnya, Jafar/Felisha sebenarnya berhasil mengamankan gim pertama dengan cukup meyakinkan, membuat publik Istora optimistis.

Perjuangan Dramatis di Istora Senayan

Gim pertama dimulai dengan dominasi Jafar/Felisha yang tampil agresif dan minim kesalahan. Mereka berhasil menekan Zheng/Lin dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18. Momentum positif ini sayangnya tidak mampu dipertahankan di gim kedua. Zheng/Lin, yang dikenal dengan ketenangan dan strategi permainan yang matang, mulai menemukan ritme mereka. Beberapa kali kesalahan sendiri dari Jafar/Felisha dimanfaatkan dengan baik oleh lawan, membuat gim kedua lepas dengan skor 17-21.

Memasuki gim penentuan, tensi pertandingan semakin memanas. Kedua pasangan saling kejar-mengejar angka, tak ada yang mau menyerah. Jafar/Felisha sempat tertinggal jauh di pertengahan gim, namun dengan dukungan penuh penonton, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan. Namun, di poin-poin krusial, pengalaman dan ketenangan Zheng/Lin kembali berbicara. Mereka berhasil mencuri dua poin terakhir untuk memenangkan gim ketiga dengan skor tipis 19-21, sekaligus memastikan tiket final.

Kami sudah berjuang sekuat tenaga, terutama setelah bisa menyamakan kedudukan di gim ketiga. Tapi lawan memang bermain sangat bagus di poin-poin akhir. Ada sedikit penyesalan, tapi ini pelajaran berharga bagi kami untuk lebih fokus dan konsisten di setiap poin. Dukungan penonton luar biasa, itu yang membuat kami terus semangat, ujar Jafar Hidayatullah dengan raut kecewa usai pertandingan.

Evaluasi dan Proyeksi Masa Depan

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Jafar/Felisha serta tim pelatih. Pasangan muda ini memang menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang turnamen ini, berhasil menyingkirkan beberapa pasangan unggulan sebelum akhirnya terhenti di semifinal. Namun, menghadapi tekanan di laga-laga krusial dan menjaga konsistensi performa masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pelatih ganda campuran, yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa performa Jafar/Felisha sudah cukup baik, namun konsistensi dan mentalitas di poin-poin kritis perlu terus diasah. Mereka punya potensi besar. Hari ini mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi, tetapi lawan lebih matang dalam mengambil keputusan di momen-momen genting. Kami akan evaluasi menyeluruh untuk turnamen selanjutnya, tuturnya.

Meskipun gagal mencapai final, perjalanan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Indonesia Masters 2026 patut diapresiasi. Ini adalah salah satu penampilan terbaik mereka di turnamen Super 500, memberikan sinyal positif akan masa depan ganda campuran Indonesia. Mereka diharapkan bisa menjadikan pengalaman ini sebagai cambuk untuk tampil lebih baik di turnamen-turnamen internasional berikutnya, termasuk seri Eropa dan turnamen-turnamen mayor lainnya yang akan datang.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda