Performa Tumpul Macan Kemayoran: Persija Ditekuk Arema, Jarak Puncak Kian Lebar
Jakarta, 08 February 2026 – Persija Jakarta harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang rentetan hasil minor Macan Kemayoran, tetapi juga semakin memperlebar jurang poin mereka dengan tim-tim papan atas seperti Persib Bandung dan Borneo FC yang terus melaju.
Duel yang berlangsung di kandang netral Arema FC ini seharusnya menjadi momentum bagi Persija untuk bangkit dan menjaga asa di jalur perebutan gelar. Namun, alih-alih menampilkan performa meyakinkan, skuad asuhan Thomas Doll justru terlihat frustrasi dengan lini serang yang tumpul dan pertahanan yang kerap lengah. Dua gol Arema FC dicetak oleh Dedik Setiawan di menit ke-20 dan Gustavo Almeida dos Santos melalui titik penalti pada menit ke-50, memastikan tiga poin krusial bagi Singo Edan.
Frustrasi Lini Depan Macan Kemayoran
Ancaman dari “Macan Kemayoran yang ompong” memang telah menjadi sorotan tajam bagi para pengamat sepak bola dan suporter setia. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persija kesulitan mencetak gol meskipun mendominasi penguasaan bola. Statistik menunjukkan, meskipun Persija menciptakan beberapa peluang, penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah kronis.
Thomas Doll dihadapkan pada tugas berat untuk menemukan formula jitu dalam memaksimalkan potensi lini serang. Nama-nama seperti Marko Simic dan Ryo Matsumura belum mampu menunjukkan ketajaman yang diharapkan. Serangan Persija kerap kandas di sepertiga akhir lapangan, minim kreativitas, dan mudah dibaca oleh lini belakang lawan. Situasi ini diperparah dengan absennya beberapa pemain kunci yang mengalami cedera atau akumulasi kartu, sehingga mengurangi kedalaman skuad.
“Performa lini serang Persija yang tumpul sudah menjadi sorotan dalam beberapa pertandingan terakhir. Ini bukan lagi sekadar soal keberuntungan, tetapi sudah menyangkut kualitas dan efektivitas di depan gawang. Jika tidak segera diatasi, Persija akan semakin sulit bersaing di papan atas dan target juara bisa pupus,” ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menyikapi kondisi tim ibu kota.
Momentum Penting Bagi Arema FC
Di sisi lain, kemenangan 2-0 atas Persija Jakarta merupakan momentum penting bagi Arema FC dalam perjuangan mereka keluar dari zona degradasi. Tiga poin ini memberikan suntikan moral yang besar bagi Singo Edan yang sedang berjuang keras untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga 1. Solidnya pertahanan dan efektivitas serangan balik menjadi kunci keberhasilan Arema FC dalam pertandingan ini.
Pelatih Arema FC, Widodo Cahyono Putro, patut diacungi jempol atas strategi yang diterapkan. Mereka mampu meredam gempuran Persija dan memanfaatkan setiap celah yang ada untuk mencetak gol. Kemenangan ini membuktikan bahwa Arema FC memiliki semangat juang yang tinggi dan masih memiliki harapan besar untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mereka menunjukkan determinasi yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan, menjadikan setiap pertandingan sebagai final.
Dengan hasil ini, Persija Jakarta semakin tertinggal dari persaingan di papan atas. Jarak poin dengan Persib Bandung dan Borneo FC yang nyaman di posisi teratas semakin jauh, membuat jalan menuju gelar juara menjadi terjal. Thomas Doll dan para pemain Macan Kemayoran harus segera berbenah diri dan menemukan solusi atas krisis ketajaman ini jika tidak ingin target musim ini melayang begitu saja. Sementara itu, Arema FC akan menjadikan kemenangan ini sebagai fondasi untuk meraih hasil positif di laga-laga berikutnya demi misi penyelamatan dari ancaman degradasi.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
