Malaysia Umumkan Awal Ramadan 2026: Sultan Ibrahim Pimpin Konsensus Raja-Raja
Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia telah mengumumkan secara resmi awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan krusial ini diambil melalui titah Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim, sebuah penetapan yang mencerminkan sistem monarki konstitusional unik di negara tersebut yang menempatkan para penguasa sebagai kepala agama Islam di negara bagian masing-masing.
Pengumuman ini, yang dirilis pada 17 February 2026, menggarisbawahi pentingnya persatuan dan keselarasan dalam praktik keagamaan di Malaysia. Proses penetapan awal Ramadan ini bukan hanya sekadar penentuan tanggal, melainkan juga melibatkan musyawarah dan persetujuan dari para raja di seluruh negeri, memastikan legitimasi dan penerimaan luas di kalangan umat Muslim Malaysia.
Mekanisme Penetapan dan Peran Monarki
Proses penetapan awal Ramadan di Malaysia melibatkan sebuah mekanisme yang khas dan mendalam, berbeda dari banyak negara Muslim lainnya. Berdasarkan tradisi dan konstitusi, penentuan tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam, termasuk awal Ramadan, berada di bawah otoritas Yang di-Pertuan Agong sebagai Ketua Agama Islam bagi negara-negara yang tidak memiliki Sultan sendiri, serta sebagai simbol kesatuan Islam di seluruh federasi. Namun, setiap Sultan juga memiliki otoritas yang sama di negara bagian masing-masing.
Keputusan akhir untuk mengumumkan awal Ramadan selalu didasarkan pada laporan hasil rukyah (pengamatan hilal) yang dilakukan di berbagai lokasi strategis di seluruh Malaysia, serta perhitungan hisab (astronomi). Hasil-hasil ini kemudian dibawa ke dalam sidang Majlis Raja-Raja (Konferensi Penguasa) atau melalui konsultasi yang mendalam di antara mereka. Persetujuan dari para penguasa ini sangat esensial sebelum Yang di-Pertuan Agong mengeluarkan titah resmi.
“Penetapan awal Ramadan melalui konsensus para raja menunjukkan komitmen Malaysia dalam menjaga harmoni dan integritas ajaran Islam. Ini adalah bukti nyata peran vital institusi monarki dalam urusan keagamaan, memastikan keputusan yang diambil memiliki landasan spiritual dan dukungan luas,” ujar seorang pengamat politik dan agama setempat.
Persiapan Umat dan Semangat Persatuan
Dengan pengumuman awal yang dilakukan jauh sebelum waktunya, umat Islam di Malaysia memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ramadan adalah periode di mana umat Muslim berpuasa dari fajar hingga senja, meningkatkan ibadah, membaca Al-Quran, dan memperbanyak amal kebaikan. Masjid-masjid akan dipenuhi dengan jamaah untuk salat tarawih dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Penetapan yang serentak, seperti yang sering terjadi di wilayah serumpun seperti Indonesia, juga memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas antar-Muslim di kawasan Asia Tenggara. Meskipun setiap negara memiliki metode penetapan yang sedikit berbeda, kesamaan tanggal sering kali terjadi, menciptakan gelombang spiritual yang menyatukan jutaan jiwa dalam ibadah dan refleksi.
Diharapkan, Ramadan 1447 Hijriah yang akan tiba pada 19 Februari 2026 akan kembali membawa kedamaian, keberkahan, dan semangat persatuan bagi seluruh umat Muslim di Malaysia dan di seluruh dunia.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
