Drama di Molineux: Arsenal Ditahan Imbang Wolves, Carragher Soroti Persaingan Gelar
Arsenal harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh Wolverhampton Wanderers dalam laga sengit di Molineux pada 19 February 2026. Hasil ini tidak hanya mengecewakan bagi ambisi juara The Gunners, tetapi juga memicu reaksi tak terduga dari mantan bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, yang mengaku senang dengan hasil tersebut, kendati sebelumnya ia menyatakan harapannya agar Arsenal bisa memenangkan Liga Primer Inggris musim ini.
Pertarungan Sengit di Molineux
Pertandingan yang berlangsung di kandang Wolves menyajikan drama empat gol yang penuh ketegangan. Tuan rumah Wolves berhasil unggul lebih dulu melalui serangan balik cepat di menit ke-15, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Arsenal. Gol pembuka tersebut sontak membangkitkan semangat para suporter di Molineux.
Tidak butuh waktu lama bagi Arsenal untuk merespons. Mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan terarah dari Gabriel Martinelli pada menit ke-38, mengakhiri babak pertama dengan skor 1-1. Memasuki babak kedua, Arsenal meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya berbalik unggul 2-1 di menit ke-65 lewat tendangan keras Bukayo Saka dari luar kotak penalti, membuat mereka di ambang kemenangan krusial.
Namun, harapan The Gunners untuk membawa pulang tiga poin sirna di menit-menit akhir. Wolves menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Hwang Hee-chan pada menit ke-88, memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang. Hasil imbang ini membuat Arsenal kehilangan dua poin penting dalam perburuan gelar juara, sementara Wolves berhasil mengamankan satu poin berharga di kandang sendiri melawan tim papan atas.
Analisis Carragher dan Implikasi Perebutan Gelar
Komentar Jamie Carragher pasca-pertandingan menjadi sorotan. Eks bek yang kini menjadi pundit sepak bola tersebut, yang secara terbuka mendukung Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar mereka, justru menyatakan kegembiraannya atas hasil imbang ini. Reaksi Carragher, yang juga merupakan ikon Liverpool, tentu saja dikaitkan dengan implikasi hasil ini terhadap persaingan gelar yang melibatkan The Reds dan Manchester City.
“Tentu saja saya ingin Arsenal juara Liga Primer Inggris, mereka pantas mendapatkannya. Namun, sebagai mantan pemain dan penggemar Liverpool, melihat salah satu pesaing utama kami kehilangan poin di pertandingan sulit seperti ini, jujur saja, itu adalah pemandangan yang menyenangkan. Ini adalah musim yang sangat ketat di puncak, dan setiap poin yang hilang oleh rival bisa menjadi sangat krusial di akhir musim,” ujar Carragher, dalam analisisnya di media.
Hasil imbang ini memang memberikan sedikit keuntungan bagi Liverpool dan Manchester City yang berada di posisi atas klasemen. Arsenal kini menghadapi tekanan lebih besar untuk menjaga konsistensi di sisa musim jika mereka ingin terus bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola Inggris. Perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir, dengan tiga tim teratas saling sikut untuk meraih kejayaan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
