Performa Salah Disorot, Allardyce Sebut Bintang Liverpool ‘Bayi Besar’
Penurunan performa dan ledakan emosi bintang Liverpool, Mohamed Salah, menjadi perhatian serius di kancah sepak bola Inggris. Mantan manajer Liga Primer, Sam Allardyce, tidak menahan diri dalam kritiknya, secara terang-terangan menyebut Salah ‘bertindak seperti bayi besar’ di tengah periode krusial klubnya. Komentar pedas ini menambah tekanan pada penyerang Mesir itu yang sedang berjuang mencari kembali sentuhan terbaiknya.
Insiden terakhir yang memicu spekulasi adalah perselisihan singkat antara Salah dan manajer Jürgen Klopp di pinggir lapangan saat pertandingan melawan West Ham United pada akhir April, hanya beberapa saat sebelum Salah masuk sebagai pemain pengganti. Momen tersebut terekam kamera dan menjadi viral, menggarisbawahi ketegangan yang mungkin sedang melanda salah satu pemain paling krusial di Anfield itu.
Analisis Kritik Pedas Sam Allardyce
Sam Allardyce, yang dikenal dengan gaya manajemen pragmatisnya dan komentar blak-blakan, mengutarakan pandangannya dalam sebuah siaran radio. Ia menyoroti tidak hanya penurunan statistik Salah dalam mencetak gol dan assist, tetapi juga respons emosional sang pemain terhadap situasi di lapangan. Bagi Allardyce, seorang pemain sekaliber Salah seharusnya mampu mengelola frustrasi dengan lebih baik, terutama di momen-momen penting yang menentukan nasib tim.
Ia bertingkah seperti bayi besar! Ini adalah seorang pemain yang seharusnya menjadi panutan, namun reaksinya di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Performa menurun bisa dimaklumi, tetapi ledakan emosi tidak seharusnya terjadi di level ini, apalagi di hadapan publik dan rekan setim. Hal ini bisa merusak suasana tim dan kepercayaan diri pemain lain, kata Allardyce dengan tegas.
Kritik ini datang pada saat yang tidak tepat bagi Salah, yang musim ini menghadapi tantangan untuk mempertahankan konsistensi setelah rentetan cedera dan kepergiannya untuk Piala Afrika pada awal tahun. Meskipun demikian, Salah tetap menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Liverpool, namun produktivitasnya belakangan ini jauh di bawah standar yang ia tunjukkan pada musim-musim sebelumnya.
Dampak dan Konteks bagi Liverpool
Komentar Allardyce mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di kalangan pengamat sepak bola dan sebagian penggemar Liverpool. Pada 25 February 2026, Liverpool berada di fase krusial perebutan gelar Liga Primer dan telah tersingkir dari kompetisi lainnya. Penampilan Salah yang tidak stabil secara langsung memengaruhi daya serang tim dan kerapuhan mental yang ditunjukkan bisa menjadi faktor penentu di sisa musim.
Peran Salah di Liverpool tak tergantikan sejak kedatangannya pada tahun 2017, memecahkan berbagai rekor gol dan menjadi ikon klub. Oleh karena itu, penurunan performa dan sikap emosionalnya menjadi perhatian besar, mengingat dampaknya yang bisa merembet ke seluruh skuad. Apalagi, dengan Jürgen Klopp yang akan meninggalkan klub di akhir musim, tekanan untuk meraih gelar sebagai perpisahan menjadi semakin besar. Bagaimana Salah dan Liverpool merespons kritik serta situasi internal ini akan menjadi kunci dalam menentukan akhir musim mereka.
Pihak Liverpool sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai kritik Allardyce atau insiden Salah-Klopp. Namun, bisa dipastikan bahwa manajemen dan staf pelatih akan bekerja keras untuk memastikan sang bintang kembali fokus dan menemukan performa terbaiknya demi ambisi klub di sisa kompetisi.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
