February 28, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Tensi Timur Tengah Memanas: Iran Digempur Israel, Kemlu RI Imbau WNI Waspada

Teheran, Iran – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru menyusul dugaan serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada 28 February 2026. Insiden ini memperparah konflik bayangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara, memicu kekhawatiran serius akan eskalasi konflik di kawasan yang rentan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) segera merespons perkembangan ini dengan mengeluarkan imbauan keras bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan wilayah sekitarnya. Kemlu mendesak WNI untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak lebih lanjut dari insiden tersebut.

Menurut laporan awal dari berbagai sumber internasional, serangan yang diduga kuat dilakukan oleh Israel tersebut menargetkan beberapa lokasi strategis di Iran. Meskipun rincian spesifik mengenai target dan tingkat kerusakan masih simpang siur, insiden ini jelas merupakan balasan atas serangkaian peristiwa sebelumnya, termasuk dugaan serangan balasan Iran terhadap Israel.

Konteks dan Reaksi Internasional

Serangan pada 28 February 2026 terjadi di tengah kondisi geopolitik yang sangat tidak stabil. Hubungan Israel dan Iran telah memburuk drastis dalam beberapa tahun terakhir, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan sabotase dan serangan terhadap kepentingan masing-masing, baik secara langsung maupun melalui proksi.

Pemerintah Iran, melalui juru bicaranya, telah mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “tindakan agresi yang tidak dapat diterima” dan mengancam akan melakukan pembalasan setimpal. Di sisi lain, Israel, sesuai dengan praktik umumnya dalam operasi militer sensitif, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Sementara itu, Amerika Serikat, sekutu dekat Israel, dikabarkan turut terlibat dalam operasi intelijen atau dukungan logistik, meski Gedung Putih belum memberikan konfirmasi detail.

“Eskalasi militer semacam ini sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan. Semua pihak harus menahan diri dan mencari solusi diplomatik untuk mencegah konflik yang lebih besar. Jika tidak, spiral kekerasan ini akan menyeret lebih banyak pihak ke dalam jurang konflik,” ujar seorang analis hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Arman Syahputra, menanggapi situasi.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan akan segera membahas situasi ini dalam sesi darurat, dengan seruan internasional untuk de-eskalasi sudah mulai berdatangan dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan negara-negara Teluk.

Imbauan Kewaspadaan untuk WNI

Menyikapi situasi yang memanas, Kemlu RI pada 28 February 2026 secara resmi merilis pernyataan yang meminta WNI di Iran, khususnya di kota-kota besar seperti Teheran dan Isfahan, serta di negara-negara tetangga yang berpotensi terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kami mengimbau seluruh WNI di Iran dan sekitarnya untuk tetap tenang, namun senantiasa waspada dan mengikuti informasi serta imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Hindari keramaian atau lokasi yang berpotensi menjadi target serangan,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.

KBRI di Teheran telah membuka posko pengaduan dan nomor hotline darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi. WNI diimbau untuk memastikan dokumen perjalanan mereka valid, memiliki rencana darurat, dan selalu menghubungi KBRI atau Konsulat Jenderal RI terdekat jika terjadi situasi yang tidak diinginkan.

Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak, di tengah kekhawatiran akan spiral kekerasan yang tak berujung di salah satu kawasan paling bergejolak di dunia. Indonesia, melalui Kemlu, akan terus memantau perkembangan dan siap mengambil langkah-langkah proteksi yang diperlukan bagi WNI.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda