March 10, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Xavi Buka Suara: Zubimendi, Pengganti Busquets yang Terlewatkan Barcelona

Di tengah gonjang-ganjing kepergiannya dari kursi kepelatihan Barcelona, Xavi Hernandez kembali menyita perhatian publik dengan sebuah pengungkapan mengejutkan. Mantan juru taktik itu menyatakan bahwa ia pernah secara eksplisit merekomendasikan kepada manajemen klub untuk merekrut gelandang bertahan Real Sociedad, Martin Zubimendi, sebagai suksesor ideal Sergio Busquets.

Pengakuan ini, yang muncul pada 09 March 2026, membuka tabir di balik strategi transfer yang gagal terwujud dan implikasinya terhadap lini tengah Blaugrana. Busquets, ikon dan jangkar lini tengah Barcelona selama bertahun-tahun, meninggalkan Camp Nou pada akhir musim 2022/2023, menciptakan kekosongan besar yang sulit diisi. Xavi, yang sangat memahami DNA permainan Barcelona dan peran vital Busquets, melihat Zubimendi sebagai pemain yang memiliki profil serupa: cerdas dalam posisi, akurat dalam umpan, dan kuat dalam memutus serangan lawan. Pilihan ini mencerminkan filosofi Xavi yang ingin mempertahankan gaya permainan tiki-taka, namun dengan sentuhan modern.

Zubimendi: Target yang Tak Terjangkau?

Martin Zubimendi, gelandang berusia 25 tahun jebolan akademi Real Sociedad, telah menarik perhatian banyak klub top Eropa berkat performa konsistennya di La Liga dan Liga Champions. Dengan gaya bermainnya yang tenang namun efektif, ia sering disamakan dengan Busquets muda, menjadikannya pilihan logis bagi Xavi untuk menjaga stabilitas di lini tengah Barcelona. Dengan klausul pelepasan yang konon mencapai sekitar 60 juta Euro, Zubimendi dianggap sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Namun, menurut Xavi, niatnya untuk memboyong Zubimendi ke Camp Nou tidak pernah terealisasi. Kendala finansial yang melilit Barcelona diyakini menjadi tembok penghalang utama dalam upaya transfer ini. Klub seringkali dipaksa untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis atau mempromosikan pemain dari akademi La Masia. Keputusan ini, disayangkan oleh Xavi, berujung pada pencarian solusi jangka pendek yang kurang ideal.

Dalam sebuah kesempatan, Xavi mengungkapkan:

“Saya pernah meminta klub untuk merekrut Martin Zubimendi. Saya yakin dia adalah pemain yang sangat cocok untuk menggantikan Sergio Busquets dan bisa menjadi pilar lini tengah kami untuk bertahun-tahun.”

Dampak dan Strategi Transfer Barcelona Pasca-Xavi

Kegagalan mendapatkan Zubimendi memaksa Barcelona untuk mencari solusi lain. Pada akhirnya, Oriol Romeu didatangkan dari Girona sebagai pengganti, namun performanya dinilai belum memenuhi ekspektasi dan tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Busquets secara penuh. Peran Busquets juga coba diisi oleh pemain lain seperti Frenkie de Jong atau Ilkay Gundogan, meski dengan gaya bermain yang lebih menyerang atau dinamis, bukan sebagai gelandang bertahan murni yang menjadi jangkar tim.

Pengungkapan Xavi ini memicu kembali perdebatan mengenai prioritas transfer Barcelona. Apakah klub terlalu terpaku pada opsi murah atau gagal dalam negosiasi pemain yang dibutuhkan secara strategis? Dengan kepergian Xavi dan datangnya era kepelatihan baru, Barcelona diharapkan dapat mengevaluasi kembali strategi rekrutmen mereka. Prioritas untuk musim depan kemungkinan besar akan kembali berpusat pada penguatan lini tengah, mencari seorang gelandang bertahan yang mampu menjadi fondasi tim, sebagaimana yang pernah diimpikan Xavi dengan Zubimendi.

Pengakuan Xavi tentang Martin Zubimendi bukan hanya sekadar kilas balik atas kesempatan yang terlewat, melainkan juga cerminan dari tantangan besar yang dihadapi Barcelona dalam menyeimbangkan ambisi di lapangan dengan realitas finansial yang ada. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen klub saat mereka berupaya membangun kembali kejayaan di masa depan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda