March 26, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Antisipasi Puncak Arus Balik 2026: Opsi One Way Kalikangkung-Cipali Disiapkan

Jakarta, 26 March 2026 – Otoritas terkait menyiapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) pada ruas jalan tol Trans Jawa, khususnya dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Gerbang Tol Cipali. Langkah ini merupakan bagian dari antisipasi puncak arus balik kedua libur panjang tahun 2026 yang diperkirakan jatuh pada tanggal 28-29 Maret.

Kebijakan tersebut akan diberlakukan secara situasional, bergantung pada tingkat kepadatan lalu lintas yang signifikan, sebagaimana pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Koordinasi intensif antara Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Kementerian Perhubungan, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan jutaan pemudik yang kembali ke wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Strategi Antisipasi Kepadatan Lintas Jawa

Penerapan skema one way di jalur utama mudik telah menjadi strategi standar dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurai kemacetan parah, terutama di saat puncak arus balik. Ruas Kalikangkung hingga Cipali merupakan salah satu titik krusial yang kerap mengalami penumpukan kendaraan dari berbagai arah, baik dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur, menuju Jakarta dan sekitarnya. Dengan diberlakukannya one way, seluruh lajur jalan tol akan dioptimalkan untuk arah Jakarta, sementara arus dari Jakarta menuju timur akan dialihkan melalui jalur arteri atau ditunda hingga kebijakan one way berakhir.

Menurut data historis, volume kendaraan pada puncak arus balik dapat meningkat hingga 200% dari hari biasa, sehingga memerlukan intervensi rekayasa lalu lintas yang masif. Brigjen Pol. Dr. Slamet Riyadi, Juru Bicara Korlantas Polri, menjelaskan bahwa keputusan untuk memberlakukan one way akan didasarkan pada pantauan real-time melalui kamera CCTV, drone, serta laporan dari petugas di lapangan. “Tujuannya adalah untuk memastikan pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih cepat dan aman, menghindari penumpukan yang dapat berujung pada stagnasi total,” ujarnya.

Prosedur pemberlakuan one way biasanya diawali dengan masa sosialisasi dan penutupan gerbang tol arah berlawanan, diikuti dengan pembersihan jalur dan akhirnya pembukaan penuh untuk arah yang diutamakan. Normalisasi jalur akan dilakukan setelah kepadatan mereda, dengan pertimbangan utama keselamatan dan kelancaran pergerakan seluruh pengguna jalan.

Imbauan dan Persiapan Bagi Pemudik

Mengingat potensi pemberlakuan one way yang bersifat dinamis, pemudik diimbau untuk selalu memantau informasi terkini sebelum memulai perjalanan. Informasi resmi akan disiarkan melalui berbagai kanal media massa nasional, media sosial resmi kepolisian dan Jasa Marga, serta papan informasi elektronik di sepanjang jalan tol. Pemudik juga disarankan untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi peta digital yang terintegrasi dengan informasi lalu lintas real-time untuk membantu memilih rute terbaik, termasuk potensi penggunaan jalur alternatif non-tol jika memang diperlukan dan memungkinkan.

Selain itu, persiapan fisik dan kendaraan menjadi kunci utama kelancaran arus balik. Pemudik diharapkan memastikan kondisi kendaraan prima, mengisi penuh bahan bakar, serta membawa bekal yang cukup. Istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan sangat ditekankan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan.

“Kami meminta seluruh pemudik untuk tetap sabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Keselamatan adalah prioritas utama, jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan rest area yang tersedia. Dengan kerja sama semua pihak, kita harapkan arus balik dapat berjalan lancar dan aman bagi semua,” – tegas Brigjen Pol. Dr. Slamet Riyadi dalam keterangan persnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di sepanjang jalur mudik, termasuk penambahan personel di rest area dan posko kesehatan. Kebijakan one way ini, meskipun efektif dalam mengurai kemacetan, tetap menuntut kewaspadaan dan adaptasi dari para pengguna jalan. Dengan persiapan yang matang dan kepatuhan terhadap regulasi, diharapkan puncak arus balik kedua tahun 2026 dapat dilalui tanpa insiden berarti, memastikan jutaan warga kembali ke kediaman masing-masing dengan selamat.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda