Banjir Serang Meluas: Empat Kecamatan Terendam, Ribuan Jiwa Terdampak
SERANG, BANTEN – Banjir masih merendam setidaknya empat kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Banten hingga 01 February 2026, menyebabkan ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bahwa intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama meluapnya sejumlah sungai lokal.
Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Padarincang, Mancak, Anyar, dan Cinangka. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik permukiman. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan akses jalan terputus, mempersulit penyaluran bantuan serta evakuasi.
Dampak dan Kondisi Terkini di Lapangan
Data sementara dari BPBD Kabupaten Serang menunjukkan bahwa lebih dari 2.500 kepala keluarga atau sekitar 10.000 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Ratusan rumah terendam, dan sekitar 500 warga telah dievakuasi ke posko-posko pengungsian sementara yang didirikan di balai desa dan fasilitas umum lainnya.
“Kami terus melakukan pemantauan dan evakuasi di empat kecamatan yang masih tergenang. Ketinggian air di beberapa lokasi memang mulai surut perlahan, namun masih cukup tinggi untuk menghambat mobilitas warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana, kepada awak media 01 February 2026.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, serta membuka akses jalan yang terputus agar bantuan logistik bisa masuk dengan lancar. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pascabanjir.”
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pertanian, seperti sawah dan kebun, yang diperkirakan akan berdampak pada sektor ekonomi lokal. Beberapa fasilitas pendidikan dan kesehatan juga tidak luput dari genangan, memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan layanan kesehatan dialihkan.
Respons Cepat dan Upaya Mitigasi Jangka Panjang
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan telah dikerahkan sejak awal kejadian untuk membantu evakuasi dan mendistribusikan bantuan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, pakaian, dan obat-obatan terus disalurkan kepada para pengungsi. Posko kesehatan juga didirikan untuk memberikan penanganan medis awal bagi warga yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Serang menyatakan akan segera melakukan inventarisasi kerusakan dan menyusun rencana rehabilitasi pascabanjir. “Kami akan segera mendata seluruh kerusakan, baik rumah warga maupun infrastruktur publik, agar proses perbaikan dapat dilakukan secepatnya setelah air benar-benar surut,” tambah Nana Sukmana.
Banjir di Kabupaten Serang, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah, merupakan fenomena yang kerap terjadi saat musim hujan ekstrem. Oleh karena itu, pemerintah daerah didesak untuk memikirkan solusi mitigasi jangka panjang, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul penahan air, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak serupa di masa mendatang, mengingat ancaman perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
