Bhayangkara FC Ukir Kemenangan Dramatis atas Dewa United dengan 10 Pemain
BEKASI – Bhayangkara FC berhasil menorehkan kemenangan heroik di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Menjamu Dewa United di Stadion Patriot Candrabhaga pada Senin, 5 Januari 2026, The Guardian of Saburai sukses memetik tiga poin krusial dengan skor tipis 1-0, meskipun harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Kemenangan ini menjadi suntikan moral berharga bagi Bhayangkara FC dalam upaya mereka menjauh dari zona degradasi.
Ketegangan Sejak Awal dan Kartu Merah Penentu
Pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan ambisi berbeda ini langsung menyajikan tensi tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan. Bhayangkara FC, yang bertekad memanfaatkan status tuan rumah, tampil agresif di awal laga. Serangan-serangan cepat yang dipimpin oleh striker muda Armand Wijaya beberapa kali mengancam pertahanan Banten Warriors.
Momen krusial terjadi pada menit ke-32. Sebuah serangan balik cepat dari Bhayangkara berhasil memecah kebuntuan. Armand Wijaya dengan tenang memanfaatkan umpan terukur dari lini tengah untuk menaklukkan kiper Dewa United, membawa tuan rumah unggul 1-0. Namun, euforia kemenangan tersebut hanya berlangsung singkat. Lima menit berselang, petaka menimpa Bhayangkara FC saat bek Rifky Setiawan diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras di luar kotak penalti.
Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37, strategi pelatih Bhayangkara FC, Coach Yanto, harus segera diubah. Timnya dipaksa bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat. Dewa United, dengan keunggulan jumlah pemain, langsung mengambil alih kendali permainan. Serangan demi serangan dilancarkan ke gawang Bhayangkara, namun kokohnya lini pertahanan serta performa gemilang kiper tuan rumah berhasil menggagalkan setiap upaya penyerang Dewa United hingga turun minum.
Perjuangan di Babak Kedua dan Implikasi Klasemen
Memasuki babak kedua, Dewa United semakin meningkatkan intensitas serangannya. Bola-bola panjang dan umpan silang terus menerus dilepaskan ke kotak penalti Bhayangkara. Namun, semangat juang dan disiplin tinggi para pemain Bhayangkara FC yang tersisa benar-benar patut diacungi jempol. Mereka bertahan dengan rapat, saling menutupi ruang, dan tak kenal lelah menghalau setiap ancaman. Beberapa kali peluang emas Dewa United berhasil digagalkan melalui blok heroik dari para pemain bertahan Bhayangkara.
Pelatih Dewa United, Coach Budi, tampak frustrasi melihat anak asuhnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pergantian pemain pun dilakukan untuk menambah daya gedor, namun rapatnya barisan pertahanan Bhayangkara sulit ditembus. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC tidak berubah.
“Ini adalah bukti karakter tim kami. Bermain dengan 10 orang melawan tim sekuat Dewa United bukanlah hal mudah, tapi anak-anak menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Tiga poin ini sangat penting untuk kepercayaan diri kami ke depannya,” ujar Coach Yanto usai pertandingan, sembari tersenyum bangga.
Kemenangan dramatis ini mengangkat posisi Bhayangkara FC ke peringkat 12 klasemen sementara dengan 18 poin, sedikit menjauh dari zona merah. Sementara itu, Dewa United harus tertahan di peringkat 7 dengan 23 poin, gagal naik ke papan atas setelah gagal memanfaatkan keunggulan pemain. Hasil ini menegaskan bahwa dalam sepak bola, semangat dan kerja keras seringkali lebih dominan daripada keunggulan jumlah pemain. Bhayangkara FC kini menatap laga berikutnya dengan optimisme tinggi, sementara Dewa United harus segera mengevaluasi performa mereka untuk pertandingan selanjutnya.
Artikel ini ditulis pada 05 January 2026.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
