February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Jabodetabek Sepekan, Waspada Dampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi akan melanda wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sepanjang sepekan ke depan, terhitung sejak 23 January 2026. Fenomena ini diperkirakan terjadi akibat penguatan Monsun Asia dan dinamika atmosfer yang signifikan.

Peringatan ini menjadi lanjutan dari serangkaian kondisi cuaca ekstrem yang telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah mitigasi guna menghadapi potensi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh curah hujan tinggi tersebut.

Dr. Achmad Zakaria, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, dalam keterangannya 23 January 2026 menyatakan, “Penguatan Monsun Asia membawa massa uap air yang melimpah dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Jawa. Ditambah dengan adanya konvergensi dan belokan angin di sekitar Jawa bagian barat, kondisi ini menciptakan potensi pertumbuhan awan hujan yang sangat aktif di wilayah Jabodetabek.”

Dampak Potensial dan Langkah Antisipasi

Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi yang panjang berpotensi memicu berbagai persoalan di perkotaan padat penduduk seperti Jabodetabek. Banjir rob di wilayah pesisir, genangan air di jalan-jalan utama yang menghambat lalu lintas, hingga potensi tanah longsor di daerah perbukitan seperti Bogor dan sekitarnya menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.

Pemerintah daerah di seluruh wilayah Jabodetabek telah diimbau untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk kesiapan personel dan peralatan untuk penanganan bencana. Warga juga disarankan untuk membersihkan saluran air dari sampah dan lumpur, tidak membuang sampah sembarangan, serta memangkas dahan pohon yang lapuk untuk mengurangi risiko pohon tumbang akibat angin kencang yang sering menyertai hujan lebat.

“Kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi cuaca ekstrem. Pastikan Anda memiliki informasi yang akurat, jalur evakuasi yang jelas, dan perlengkapan darurat dasar jika sewaktu-waktu dibutuhkan.”

Fenomena Iklim dan Prediksi Lanjutan

Fenomena cuaca ekstrem di Jabodetabek, meskipun musiman, belakangan ini menunjukkan pola yang lebih sering dan kadang di luar prediksi. Selain penguatan Monsun Asia, faktor seperti anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta osilasi Madden-Julian (MJO), turut berkontribusi pada fluktuasi cuaca yang signifikan di Indonesia.

BMKG akan terus memperbarui informasi peringatan dini cuaca setiap hari. Masyarakat diimbau untuk aktif memantau informasi resmi dari BMKG melalui berbagai kanal media sosial dan website resmi, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau berita palsu (hoaks) yang dapat menimbulkan kepanikan.

Dengan kewaspadaan dan persiapan yang matang dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, diharapkan dampak negatif dari potensi hujan lebat ini dapat diminimalisir, menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Jabodetabek dalam menghadapi perubahan iklim global.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda