Derby Mataram Tanpa Pemenang, PSIM dan Persis Berbagi Angka
BANTUL – Pertarungan sengit penuh gengsi antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo dalam lanjutan Derby Mataram berakhir imbang tanpa gol, 0-0. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (7/2/2026) sore WIB, tidak menghasilkan pemenang meskipun kedua tim menunjukkan intensitas tinggi sepanjang 90 menit.
Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin penting di tengah persaingan ketat menuju puncak klasemen sementara Liga 2. Ribuan suporter dari kedua belah pihak yang memadati stadion menciptakan atmosfer pertandingan yang membara, menambah panasnya rivalitas klasik antara dua tim kebanggaan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini.
Duel Taktik dan Minimnya Peluang Bersih
Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer Derby Mataram sudah terasa panas. Kedua tim langsung tancap gas, mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, solidnya lini pertahanan dan kehati-hatian strategi dari kedua pelatih membuat pertandingan berjalan ketat di lini tengah. PSIM Yogyakarta, yang bertindak sebagai tuan rumah, mencoba menekan melalui sektor sayap, sementara Persis Solo mengandalkan kecepatan serangan balik.
Beberapa peluang sempat tercipta, namun tidak ada yang benar-benar mengancam gawang secara signifikan. Di babak pertama, tendangan jarak jauh dari gelandang PSIM sempat melenceng tipis di atas mistar gawang. Sementara itu, Persis Solo juga memiliki momen ketika sebuah umpan silang berbahaya gagal disambut sempurna oleh penyerang mereka di kotak penalti. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua pelatih, Kas Hartadi dari PSIM dan Eko Purjianto dari Persis, melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang dan tengah. Namun, perubahan tersebut belum cukup untuk memecah kebuntuan. Pertahanan kedua tim bermain sangat disiplin, berhasil meredam setiap percobaan serangan lawan.
Wasit pertandingan juga harus bekerja keras mengendalikan emosi para pemain yang kerap terlibat duel-duel keras. Beberapa kartu kuning dikeluarkan untuk meredakan tensi di lapangan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah, menandai berakhirnya Derby Mataram edisi kali ini tanpa pemenang.
Reaksi Pelatih dan Dampak Klasemen
Usai pertandingan, kedua pelatih memberikan pandangannya terkait hasil imbang ini. Pelatih PSIM, Kas Hartadi, mengungkapkan kepuasannya terhadap perjuangan anak asuhnya, meski sedikit kecewa dengan hasil akhir di kandang sendiri.
“Kami sudah berusaha maksimal, menciptakan beberapa peluang, namun dewi fortuna belum berpihak. Hasil ini memang bukan yang kami inginkan di kandang, tapi satu poin tetap berharga mengingat ketatnya liga dan kualitas lawan. Kami akan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Kas Hartadi.
Senada dengan itu, pelatih Persis Solo, Eko Purjianto, mengapresiasi performa timnya yang berhasil menahan imbang tuan rumah di laga tandang yang selalu sulit ini.
“Satu poin di kandang PSIM adalah hasil yang patut disyukuri. Pertahanan kami bermain solid, dan para pemain menunjukkan semangat juang tinggi. Kami tahu Derby Mataram selalu sulit, dan kami berhasil mencuri poin di sini,” kata Eko Purjianto.
Dengan hasil imbang ini, PSIM dan Persis Solo masih tertahan di papan atas klasemen Grup Barat Liga 2, menjaga asa mereka untuk melaju ke babak selanjutnya. Persaingan di grup ini diprediksi akan semakin memanas mengingat selisih poin yang tipis antar tim papan atas. Kedua tim kini akan kembali fokus mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya, dengan target meraih poin penuh demi mengamankan posisi di fase berikutnya.
Laporan ini ditulis pada 06 February 2026.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
