Dewa United Bungkam 10 Pemain PSM Makassar Lewat Gol Telat
Makassar, 14 February 2026 – Dewa United berhasil mencuri tiga poin penting di kandang PSM Makassar setelah menaklukkan Juku Eja dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga 1. Kemenangan dramatis ini tercipta berkat dua gol di menit-menit akhir pertandingan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah salah satu penggawa PSM diganjar kartu merah sejak babak pertama.
Pertarungan Sengit dan Kartu Merah Pembuka Jalan
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Sabtu (14/2/2026), telah menyajikan duel sengit antara kedua tim sejak peluit kick-off dibunyikan. PSM Makassar, yang tampil di hadapan ribuan pendukungnya sendiri, berusaha mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Beberapa peluang sempat tercipta melalui Yacob Sayuri dan Adilson Silva, namun solidnya lini pertahanan Dewa United, yang berjuluk “Banten Warriors,” berhasil meredam berbagai upaya tuan rumah.
Titik balik krusial terjadi menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-40. Bek tengah PSM, Yuran Fernandes, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang Dewa United yang berpotensi mencetak gol. Insiden ini memaksa Juku Eja bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu babak, sebuah tantangan besar dalam menghadapi tim tamu yang tampil disiplin dan terorganisir di bawah asuhan pelatih Alfredo Vera.
Meskipun bermain dengan kekurangan satu pemain, PSM Makassar menunjukkan semangat juang yang luar biasa di sisa babak pertama dan awal babak kedua. Pertahanan rapat yang digalang oleh duet Daffa Salman dan Erwin Gutawa, serta penampilan gemilang kiper Reza Arya Pratama, berkali-kali berhasil menggagalkan peluang emas Dewa United. Skor kacamata 0-0 pun bertahan hingga pertengahan babak kedua, membuat laga semakin memanas dan tegang.
Gol Penentu di Ujung Laga dan Dampak Klasemen
Dominasi Dewa United semakin terlihat di paruh kedua, namun mereka kesulitan menembus tembok pertahanan PSM yang bermain dengan motivasi berlipat. Pelatih Alfredo Vera melakukan beberapa pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang, termasuk memasukkan Egy Maulana Vikri dan Majed Osman, yang terbukti menjadi kunci kemenangan.
Ketangguhan PSM akhirnya runtuh di menit-menit krusial. Gol pembuka datang pada menit ke-88 melalui sundulan keras Egy Maulana Vikri yang memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kanan. Gol ini disambut sorak sorai bangku cadangan Dewa United dan menjadi pukulan telak bagi mental pemain PSM yang sudah berjuang mati-matian.
Tak berhenti di situ, Banten Warriors memastikan kemenangan mereka di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2, melalui tendangan akurat Majed Osman yang tidak bisa dijangkau kiper lawan. Dua gol telat ini sekaligus mengubur asa PSM untuk meraih poin di kandang sendiri dan memastikan Dewa United pulang dengan poin penuh.
Usai pertandingan, pelatih Dewa United, Alfredo Vera, mengungkapkan kepuasannya atas performa dan mentalitas para pemainnya.
“Ini adalah hasil dari kerja keras dan kesabaran para pemain. Bermain dengan keunggulan jumlah memang memberikan keuntungan, tetapi kami harus tetap fokus dan sabar mencari celah. Saya bangga mereka bisa memanfaatkan momen di menit-menit akhir untuk meraih kemenangan penting ini,” kata Vera dalam konferensi pers.
Kemenangan ini membawa Dewa United merangkak naik di papan tengah klasemen sementara Liga 1, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan. Sementara itu, kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar. Pasukan Bernardo Tavares kini harus berjuang lebih keras untuk memperbaiki posisi dan menemukan konsistensi di sisa musim ini, terutama setelah kehilangan poin di kandang dan kehilangan pemain kunci akibat sanksi kartu merah.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
