February 26, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

DKI Perluas Akses Pendidikan: 63 Sekolah Swasta Gratis Penuh Mulai Juli

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas. Sebanyak 63 sekolah swasta di Ibu Kota akan mulai memberlakukan status gratis penuh bagi seluruh siswanya, efektif mulai tahun ajaran baru mendatang pada Juli. Kebijakan ini merupakan langkah strategis Pemprov DKI untuk meringankan beban finansial orang tua sekaligus memastikan lebih banyak anak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terhalang biaya.

Pengumuman ini datang sebagai angin segar bagi ribuan keluarga di Jakarta yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka di sekolah swasta. Dengan skema pembiayaan penuh oleh pemerintah daerah, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena kendala biaya. Program ini secara tidak langsung juga memberdayakan kapasitas sekolah swasta yang memiliki infrastruktur memadai namun mungkin kekurangan siswa karena faktor ekonomi.

Strategi Pemerataan Pendidikan dan Dampaknya

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Cahyono, menjelaskan bahwa penambahan 63 sekolah swasta yang digratiskan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan setiap anak Jakarta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Kami percaya, pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa dan setiap investasi di sektor ini akan menghasilkan dampak positif jangka panjang, ujarnya pada 26 February 2026.

Pembiayaan penuh yang dimaksud mencakup seluruh biaya operasional sekolah yang dibebankan kepada siswa, seperti uang SPP bulanan, uang gedung (jika ada), dan biaya ekstrakurikuler wajib yang tidak bersifat pilihan. Sumber pendanaan program ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Diperkirakan, kebijakan ini akan berdampak positif pada puluhan ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK, yang kini bisa bersekolah tanpa harus membebani orang tua dengan biaya bulanan yang kerap menjadi kendala.

“Pendidikan adalah investasi paling fundamental bagi masa depan sebuah kota dan bangsanya. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak Jakarta yang terhambat meraih cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi. Program ini adalah langkah maju dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah pendidikan untuk semua, membangun generasi yang cerdas dan kompeten.”

— Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono

Mekanisme Implementasi dan Harapan ke Depan

Mekanisme implementasi program ini melibatkan kerja sama erat antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan pihak yayasan atau pengelola sekolah swasta terkait. Sekolah-sekolah yang terpilih telah melalui proses verifikasi dan memenuhi kriteria tertentu, termasuk akreditasi yang baik, kapasitas memadai, serta kesediaan untuk berpartisipasi aktif dalam program pemerataan pendidikan ini. Proses pendaftaran dan seleksi siswa akan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, namun dengan pembebasan biaya penuh dari pemerintah bagi siswa yang diterima.

Salah satu orang tua siswa, Ibu Siti Aminah (45), warga Jakarta Selatan, menyatakan kelegaannya. Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Anak saya tadinya mau pindah ke sekolah negeri karena biaya swasta sudah memberatkan dan kami kesulitan. Sekarang dia bisa melanjutkan di sekolahnya yang lama tanpa harus pusing memikirkan SPP. Ini sangat membantu keuangan keluarga kami dan mengurangi beban pikiran, tuturnya dengan haru.

Seorang pengamat pendidikan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Santoso, mengapresiasi langkah Pemprov DKI, namun juga memberikan catatan penting. Langkah ini patut diapresiasi karena berpotensi besar menekan angka putus sekolah dan meningkatkan akses pendidikan yang lebih inklusif. Namun, Pemprov perlu memastikan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah swasta yang digratiskan ini tetap terjaga, bahkan meningkat. Pengawasan dan evaluasi berkala harus dilakukan untuk menjamin efektivitas program, termasuk kurikulum, fasilitas, dan kualifikasi tenaga pengajar, jelasnya. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keberlanjutan program ini serta memastikan distribusi sekolah yang digratiskan merata di seluruh wilayah Jakarta, terutama di daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan dukungan pendidikan.

Dengan dimulainya program ini pada Juli mendatang, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat terus memperluas jangkauan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warganya, membangun generasi muda yang cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda