February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Drama Final Piala Afrika 2025: Senegal Raih Gelar Kedua Setelah Taklukkan Maroko di Kandang

Rabat, Maroko – Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat menjadi saksi bisu pertarungan epik di final Piala Afrika (AFCON) 2025. Dalam laga yang penuh ketegangan hingga menit-menit akhir, Senegal berhasil meredam ambisi tuan rumah Maroko dengan skor tipis 2-1 melalui perpanjangan waktu, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara turnamen paling bergengsi di benua Afrika.

Kemenangan ini menandai gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal, melanjutkan dominasi mereka setelah sebelumnya meraih trofi pada tahun 2021 (dimainkan 2022). Hasil ini juga menjadi puncak pencapaian tim berjuluk Singa Teranga yang konsisten menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.

Pertarungan Sengit Penuh Drama

Sejak peluit awal ditiup, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi. Maroko, yang bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, tampil menekan dan berulang kali menciptakan peluang berbahaya melalui kecepatan sayap Achraf Hakimi dan kreativitas Hakim Ziyech. Namun, lini pertahanan Senegal yang dikomandoi Kalidou Koulibaly tampil solid dan tangguh.

Kebuntuan pecah pada menit ke-38 ketika penyerang Senegal, Sadio Mané, berhasil memanfaatkan umpan terobosan untuk mencetak gol pembuka, mengejutkan publik tuan rumah. Skor 1-0 untuk Senegal bertahan hingga turun minum, membuat para pendukung Maroko gelisah.

Memasuki babak kedua, Maroko tampil lebih agresif. Pelatih Walid Regragui melakukan beberapa perubahan taktik yang membuahkan hasil. Pada menit ke-65, Youssef En-Nesyri berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok, membangkitkan kembali semangat tim dan suporter Maroko. Gol penyama kedudukan ini mengubah dinamika pertandingan, membuat kedua tim saling jual beli serangan dalam upaya mencari gol kemenangan.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di sinilah drama mencapai puncaknya. Pada menit ke-105, saat Maroko tampak mulai kelelahan, Bamba Dieng dari Senegal melepaskan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti yang membentur bek Maroko sebelum masuk ke gawang Yassine Bounou. Gol ini menjadi penentu kemenangan bagi Senegal, meskipun Maroko terus berjuang keras hingga detik terakhir.

“Ini adalah bukti kerja keras dan semangat juang tim kami. Maroko adalah lawan yang luar biasa, bermain di kandang mereka selalu sulit. Tapi kami percaya pada diri sendiri, dan kami berhasil membawa pulang trofi ini untuk negara kami. Ini adalah momen yang akan kami kenang selamanya.”

— Pelatih Kepala Senegal, Aliou Cissé, usai pertandingan.

Makna Kemenangan dan Jejak Sejarah

Bagi Senegal, gelar Piala Afrika 2025 ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan dominan di sepak bola Afrika saat ini. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan konsistensi dan kualitas skuad yang matang. Pelatih Aliou Cissé, yang juga membawa Senegal meraih gelar pertama mereka, semakin dicap sebagai legenda hidup sepak bola Senegal.

Sementara itu, bagi Maroko, kekalahan di kandang sendiri tentu terasa pahit. Namun, perjalanan mereka hingga final menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepak bola Maroko di kancah benua setelah sukses di Piala Dunia. Mereka telah membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan dan memiliki masa depan cerah.

Kemenangan Senegal ini juga menambah daftar tim yang pernah mencicipi manisnya gelar Piala Afrika, bergabung dengan deretan raksasa seperti Mesir (pemegang rekor gelar terbanyak), Kamerun, Ghana, dan Nigeria. Hasil ini menjadi sejarah baru yang dicatat pada 19 January 2026, menandai berakhirnya turnamen yang penuh kejutan dan pertandingan-pertandingan menegangkan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda