Ekonomi Bergerak: Tanah Abang Prediksi Lonjakan Pengunjung Jelang Ramadan 2026
JAKARTA – Pasar Tanah Abang, pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara, kembali bersiap menghadapi euforia belanja masyarakat jelang bulan suci Ramadan 2026. Manajemen Pasar Tanah Abang Blok A memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah pengunjung dan aktivitas transaksi mulai awal Maret 2026 hingga puncaknya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Proyeksi ini bukan tanpa dasar, mengingat pola belanja masyarakat Indonesia yang secara tradisional selalu memadati pasar menjelang periode Ramadan dan Lebaran untuk memenuhi kebutuhan sandang, khususnya busana muslim dan perlengkapan hari raya. Fenomena ini diharapkan menjadi pendorong utama roda perekonomian di sektor perdagangan ritel dan grosir.
Antisipasi Lonjakan Pembeli dan Persiapan Pedagang
Manajemen Pasar Tanah Abang Blok A memperkirakan potensi peningkatan pengunjung mencapai 50-70% dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan ini diprediksi akan dimulai intensif pada awal Maret 2026, bertepatan dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang mulai diterima oleh sebagian pekerja, serta persiapan mudik yang mendorong masyarakat untuk berbelanja kebutuhan baru.
Peningkatan ini akan memuncak pada dua minggu terakhir sebelum Lebaran, di mana pasar akan dipadati oleh pembeli dari berbagai daerah di Jabodetabek maupun luar kota yang mencari stok busana, kain, hingga aksesori Lebaran dengan harga grosir maupun eceran. Para pedagang pun telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.
“Ini adalah momen emas bagi para pedagang. Kami optimis penjualan akan melonjak drastis, mengingat persiapan Lebaran yang selalu dimulai jauh-jauh hari. Stok barang sudah kami siapkan berbulan-bulan sebelumnya untuk memenuhi antusiasme pembeli dari berbagai daerah,” ujar Ibu Halimah, salah satu pedagang tekstil di Blok A Tanah Abang, saat diwawancarai 22 February 2026, menyoroti persiapan para pedagang.
Berbagai jenis produk, mulai dari gamis, kerudung, baju koko, hingga sarung dan mukena, menjadi komoditas primadona yang paling dicari. Para pedagang berlomba-lomba menawarkan koleksi terbaru dengan promo menarik untuk menarik minat pembeli.
Dampak Ekonomi dan Tantangan Logistik
Lonjakan aktivitas di Pasar Tanah Abang tidak hanya berdampak pada peningkatan omzet pedagang, tetapi juga memberikan efek domino positif bagi perekonomian lokal dan nasional. Perputaran uang yang signifikan akan terjadi, mendukung ribuan UMKM yang terlibat dalam rantai pasok, serta menyerap tenaga kerja musiman untuk membantu operasional toko.
Namun, kepadatan pengunjung juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait aspek logistik dan keamanan. Pengelola pasar, berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan, akan memberlakukan skema pengaturan lalu lintas yang lebih ketat, penambahan personel keamanan, dan optimalisasi area parkir untuk mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban.
Meskipun demikian, optimisme tetap membayangi para pelaku usaha. Pasar Tanah Abang diharapkan dapat kembali menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, menunjukkan resiliensi dan daya tarik yang tak lekang oleh waktu, khususnya dalam menyambut momentum religius dan budaya seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
