January 4, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Jakarta Siaga Rob: Dinas SDA Perkuat Antisipasi Banjir Pesisir Jangka Panjang

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengintensifkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan akan melanda hingga 7 Januari 2026. Kesiapsiagaan ini menjadi prioritas utama mengingat kerentanan wilayah pesisir Jakarta terhadap fenomena alam tersebut, yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan faktor cuaca ekstrem.

Kondisi ini menuntut perencanaan dan pelaksanaan mitigasi jangka panjang yang komprehensif, bukan hanya respons reaktif. Pemprov DKI bertekad untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi pada permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi di sepanjang garis pantai Ibu Kota.

Strategi Komprehensif Penanggulangan Rob

Dinas SDA DKI Jakarta telah merancang dan mengimplementasikan serangkaian strategi pencegahan serta penanganan. Fokus utama adalah pada penguatan infrastruktur pengendali air dan peningkatan kapasitas respons cepat. Ini termasuk pengerahan sumber daya manusia dan peralatan di titik-titik rawan.

Menurut keterangan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada 03 January 2026, pihaknya telah menyiapkan ratusan pompa air stasioner di rumah-rumah pompa serta puluhan unit pompa bergerak (mobile pump) yang tersebar di wilayah pesisir. Selain itu, pengecekan dan penguatan tanggul-tanggul penahan air laut secara berkala terus dilakukan. Normalisasi saluran air dan pengerukan sedimen juga menjadi bagian integral dari upaya ini untuk memastikan kelancaran aliran air dan mencegah genangan berkepanjangan.

“Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan personel. Mitigasi adalah kunci, dan kami tidak akan lengah hingga periode potensi rob ini terlewati. Ini adalah komitmen kami untuk melindungi warga Jakarta,” ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta.

Tim di lapangan disiagakan 24 jam penuh untuk memantau ketinggian air laut dan kondisi tanggul, serta siap bergerak cepat jika terjadi indikasi peningkatan air atau kebocoran tanggul. Koordinasi erat juga dijalin dengan instansi terkait untuk memastikan respons terpadu.

Sinergi Lintas Sektor dan Peringatan Dini

Upaya penanggulangan banjir rob tidak dapat dilakukan sendiri. Dinas SDA DKI Jakarta berkolaborasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca dan pasang surut air laut yang akurat. Data ini krusial untuk mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat dan mempersiapkan langkah-langkah darurat.

BMKG secara rutin mengeluarkan informasi potensi rob, yang kemudian disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ke berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, aplikasi seluler, dan peringatan langsung kepada ketua RT/RW di wilayah terdampak. Wilayah-wilayah yang menjadi fokus perhatian utama meliputi kawasan Muara Angke, Sunda Kelapa, Ancol, Marunda, Kamal Muara, dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti informasi serta instruksi dari pemerintah daerah. Kesiapsiagaan individu dan keluarga, seperti menyiapkan dokumen penting dan barang berharga di tempat aman, serta mengetahui jalur evakuasi, sangat ditekankan. Fenomena rob, yang diperparah oleh perubahan iklim global, telah menjadi tantangan rutin bagi Jakarta, menuntut adaptasi berkelanjutan dan strategi mitigasi yang terus diperbaharui demi keberlanjutan Ibu Kota.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda