Kejaksaan Agung Pimpin Kepercayaan Publik: Konsistensi Berantas Korupsi Kunci Utama
Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menorehkan capaian luar biasa dengan menempati posisi teratas sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Sebuah survei terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia pada 08 February 2026 menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa merupakan yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, mengungguli lembaga penegak hukum lainnya.
Meroketnya Kepercayaan di Tengah Tantangan Hukum
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan bahwa tren positif ini adalah hasil dari konsistensi dan keberanian Kejaksaan Agung dalam menangani kasus-kasus korupsi berskala besar. Data survei menunjukkan adanya sentimen positif yang signifikan dari masyarakat yang merasa bahwa Kejagung semakin transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya.
Kenaikan tingkat kepercayaan ini sangat relevan mengingat dinamika penegakan hukum di Indonesia yang kerap diwarnai pasang surut. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat disuguhi berbagai upaya serius dari Kejagung dalam membongkar skandal korupsi yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah. Langkah-langkah ini diyakini menjadi faktor utama pendorong peningkatan citra positif di mata publik.
Berdasarkan hasil riset, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung berada di atas lembaga penegak hukum lain seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang juga menjadi subjek dalam survei yang sama. Keunggulan ini menyoroti persepsi publik terhadap efektivitas dan komitmen Kejagung dalam menciptakan keadilan.
“Capaian ini adalah hasil dari konsistensi Kejaksaan Agung dalam membongkar dan menuntut tuntas kasus-kasus korupsi berskala besar yang merugikan negara triliunan rupiah,” ujar Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei tersebut. “Keberanian menindak tanpa pandang bulu terhadap pelaku korupsi kelas kakap telah memulihkan keyakinan publik terhadap kemampuan institusi ini dalam menegakkan hukum secara adil dan tegas.”
Komitmen Berkelanjutan dan Tantangan ke Depan
Peningkatan kepercayaan ini tentu menjadi modal berharga bagi Kejaksaan Agung untuk terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan penegakan hukum. Sejumlah kasus mega-korupsi seperti skandal Jiwasraya, ASABRI, impor garam, tata niaga timah, hingga kasus korupsi di lingkup kementerian, telah menarik perhatian publik dan menunjukkan komitmen Kejagung dalam memerangi rasuah secara menyeluruh.
Namun, tantangan ke depan tidaklah ringan. Kejaksaan Agung dituntut untuk mempertahankan momentum ini dengan terus menunjukkan integritas, profesionalisme, dan independensi dalam setiap penanganan kasus. Publik berharap konsistensi ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, agar kepercayaan yang telah terbangun tidak luntur dan praktik korupsi dapat terus diberantas hingga ke akarnya.
Dengan capaian ini, Kejaksaan Agung diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga penegak hukum lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta penegakan hukum demi terciptanya keadilan dan supremasi hukum yang seutuhnya di Indonesia.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
