January 9, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Kekalahan Dramatis PSM Makassar: Dua Kartu Merah dan Rekor Buruk Berlanjut

MAKASSAR – PSM Makassar kembali harus menelan pil pahit setelah takluk di kandang sendiri saat menjamu Bali United dalam lanjutan Liga 1. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie pada Jumat malam, 9 Januari 2026, tersebut diwarnai dua kartu merah bagi tim tuan rumah dan berujung pada kekalahan keempat beruntun bagi Juku Eja. Hasil ini semakin memperdalam krisis bagi tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut, sementara Serdadu Tridatu berhasil memantapkan posisinya di papan atas.

Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer di Gelora BJ Habibie sudah terasa panas. Kedua tim saling beradu kekuatan di lini tengah, mencoba mendominasi jalannya pertandingan. PSM, yang sangat berambisi mengakhiri rentetan hasil buruk, tampil menekan di awal babak pertama. Namun, pertahanan Bali United yang solid mampu meredam setiap serangan yang dibangun oleh Yakob Sayuri dkk., menunjukkan disiplin taktik yang tinggi dari tim tamu.

Insiden Kartu Merah dan Gempuran Serdadu Tridatu

Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-35 ketika bek tengah PSM Makassar, Erwin Gutawa, diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Pelanggaran kerasnya terhadap gelandang serang Bali United di dekat kotak penalti dianggap membahayakan. Kehilangan satu pemain membuat PSM harus mengubah strategi dan bermain lebih defensif. Bali United, yang unggul jumlah pemain, langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil memecah kebuntuan melalui gol sundulan Ilija Spasojevic di menit ke-42, memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kanan lapangan yang dilepaskan oleh Novri Setiawan.

Memasuki babak kedua, PSM Makassar mencoba bangkit dan bermain dengan semangat juang yang tinggi meski dengan sepuluh pemain. Namun, upaya mereka kembali terganjal insiden serupa. Pada menit ke-60, giliran gelandang bertahan M. Arfan yang harus meninggalkan lapangan setelah terlibat perselisihan dengan pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung akibat protes berlebihan. Bermain dengan sembilan pemain praktis membuat PSM kehilangan kendali atas pertandingan. Bali United tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ricky Fajrin sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-75 melalui sepakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Reza Arya Pratama, sekaligus mengunci kemenangan bagi timnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-2 untuk keunggulan Bali United tetap bertahan. Kemenangan ini membawa Serdadu Tridatu semakin kokoh di papan atas klasemen sementara Liga 1, memperpanjang catatan positif mereka dalam beberapa pertandingan terakhir dan menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik.

Krisis Juku Eja: Tekanan Meningkat dan Evaluasi Mendesak

Kekalahan ini bukan sekadar tiga poin yang hilang bagi PSM Makassar, melainkan pukulan telak yang memperpanjang derita mereka menjadi empat kekalahan beruntun. Rentetan hasil buruk ini membuat Juku Eja terperosok ke papan tengah klasemen dan semakin menjauh dari persaingan menuju papan atas. Tekanan besar kini berada di pundak pelatih Bernardo Tavares, serta seluruh jajaran manajemen dan pemain, yang dituntut untuk segera menemukan solusi.

Para suporter PSM yang memadati Gelora BJ Habibie tampak kecewa dan frustrasi dengan performa tim kesayangan mereka. Sorakan dan ekspresi kekecewaan terlihat jelas, mencerminkan kerinduan akan masa-masa kejayaan PSM. Kekalahan dengan diwarnai dua kartu merah menunjukkan adanya masalah disiplin dan manajemen emosi yang perlu segera ditangani oleh staf pelatih, agar insiden serupa tidak terulang di pertandingan krusial berikutnya.

“Dua kartu merah di laga krusial seperti ini bukan hanya merugikan tim secara instan, tetapi juga berdampak pada mental dan strategi untuk pertandingan berikutnya. PSM harus segera mencari solusi fundamental, mulai dari evaluasi tim pelatih hingga pendekatan psikologis kepada para pemain,” ujar seorang pengamat sepak bola nasional, Bapak Anton Susanto, dalam analisisnya kepada media pada 09 January 2026.

Di sisi lain, Bali United tampil efektif dan menunjukkan kematangan sebagai salah satu kandidat juara. Pelatih Stefano Cugurra “Teco” patut diacungi jempol atas racikan strateginya yang mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan memetik kemenangan penting di kandang lawan yang sulit, memperkuat reputasi mereka sebagai tim yang solid dan pantas diperhitungkan.

Masa depan PSM Makassar kini dipertaruhkan. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, manajemen dan tim harus segera menemukan formula yang tepat untuk keluar dari keterpurukan ini. Evaluasi menyeluruh dan langkah konkret sangat dibutuhkan agar PSM Makassar bisa kembali ke jalur kemenangan dan memenuhi ekspektasi para suporter setia mereka, serta kembali bersaing di papan atas Liga 1.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda