February 28, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Mahasiswa Serukan Reformasi Polri, Polda Metro Janji Evaluasi Aspirasi

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen organisasi menggelar aksi unjuk rasa di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada 27 February 2026, menyuarakan tuntutan reformasi internal dan peningkatan akuntabilitas institusi penegak hukum. Menanggapi aksi tersebut, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melalui Kabid Humas Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan demonstran akan menjadi bahan evaluasi internal kepolisian.

Aksi yang berlangsung damai namun tegas ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan massa mahasiswa membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan. Mereka menyuarakan keresahan publik terkait beberapa isu, mulai dari transparansi penanganan kasus, penegakan disiplin anggota, hingga desakan untuk memberantas praktik korupsi di tubuh Polri. Beberapa kasus yang dianggap belum tuntas atau ditangani dengan kurang transparan juga menjadi sorotan utama dalam orasi-orasi yang disampaikan.

Tuntutan Reformasi dan Akuntabilitas Kepolisian

Koordinator Aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa, Andi Pratama, dalam orasinya menyatakan bahwa demonstrasi ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap citra dan kinerja institusi kepolisian. Ia menekankan pentingnya Polri sebagai garda terdepan penegakan hukum untuk selalu mengedepankan prinsip keadilan dan profesionalisme.

“Kami datang kemari bukan hanya untuk berdemonstrasi, tetapi untuk mengingatkan institusi Polri agar selalu berjalan di atas rel keadilan dan profesionalisme. Aspirasi kami adalah suara rakyat yang mendambakan kepolisian yang bersih dan berintegritas. Jangan biarkan kepercayaan publik terkikis karena oknum atau kebijakan yang tidak pro-rakyat,” ujar Andi Pratama.

Para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi yang menuntut perbaikan kinerja kepolisian dan mendesak pimpinan Polri untuk serius menanggapi setiap kritik yang muncul dari masyarakat. Mereka berharap agar evaluasi yang dijanjikan tidak hanya sebatas retorika, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata dan terukur untuk memperbaiki kualitas layanan dan penegakan hukum.

Polda Metro Tegaskan Komitmen Evaluasi Internal

Menanggapi seruan tersebut, Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian tidak akan menutup mata terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya mahasiswa. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi kinerja Polri demi terwujudnya institusi yang lebih baik.

“Setiap masukan, setiap aspirasi, adalah cermin bagi kami untuk terus berbenah. Ini adalah komitmen kami untuk mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) sesuai arahan pimpinan tertinggi Polri. Proses evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh di internal untuk memastikan bahwa pelayanan dan penegakan hukum berjalan sesuai standar profesionalisme dan etika,” jelas Kombes Budi di kesempatan terpisah.

Pihak Polda Metro Jaya juga mengapresiasi jalannya aksi yang tertib dan tidak menimbulkan kericuhan, menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat. Perwakilan mahasiswa diketahui sempat diterima oleh perwakilan dari Mabes Polri untuk menyampaikan poin-poin tuntutan secara langsung, menandakan adanya saluran komunikasi yang terbuka antara demonstran dan pihak kepolisian.

Aksi demonstrasi mahasiswa ini menjadi salah satu dari sekian banyak suara publik yang terus mendorong reformasi di institusi kepolisian. Diharapkan, janji evaluasi yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan transparan, sehingga kepercayaan publik terhadap Polri dapat semakin meningkat. Pengawasan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, akan terus menjadi pendorong bagi institusi kepolisian untuk menjadi lebih baik dan adaptif terhadap tuntutan zaman.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda