Menag: Kerukunan Pilar Utama Bangsa, Harmony Award 2025 Jadi Katalis
Jakarta, 29 November 2025 – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, kembali menegaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi krusial bagi stabilitas sosial dan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian persiapan peluncuran Harmony Award 2025, sebuah inisiatif yang digagas kementerian untuk mengapresiasi dan mendorong upaya-upaya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat plural.
Dalam pidato pembukaannya di sebuah forum diskusi lintas agama di Jakarta, Nasaruddin Umar menekankan bahwa Indonesia, dengan kekayaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang dimilikinya, harus senantiasa merawat dan memperkuat simpul-simpul kerukunan. Menurutnya, kerukunan bukan hanya absennya konflik, melainkan sebuah kondisi aktif di mana setiap elemen masyarakat saling menghargai, berkolaborasi, dan tumbuh bersama.
Kerukunan adalah pilar utama yang menopang tegaknya sebuah bangsa. Tanpa kerukunan, stabilitas sosial akan rapuh, dan cita-cita pembangunan nasional yang kita dambakan hanya akan menjadi angan-angan. Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk masa depan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan beradab.
Menag menambahkan bahwa spirit kebersamaan dan toleransi harus terus dipupuk, tidak hanya melalui dialog antar pemuka agama, tetapi juga melalui aksi nyata di tingkat akar rumput. Inilah yang melatari digagasnya Harmony Award 2025, yang diharapkan menjadi stimulus bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mempromosikan kerukunan di berbagai lapisan masyarakat.
Mekanisme dan Tujuan Harmony Award 2025
Harmony Award 2025 dirancang sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari Kementerian Agama kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut rencana, penghargaan ini akan memiliki beberapa kategori, meliputi:
- Kategori Tokoh Inspiratif Kerukunan: Untuk individu yang secara konsisten menjadi teladan dalam mempromosikan toleransi dan dialog antariman.
- Kategori Komunitas Penggerak Perdamaian: Untuk kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, atau lembaga keagamaan yang aktif menjalankan program-program inklusif.
- Kategori Inovasi Sosial Keagamaan: Untuk inisiatif atau program unik yang berhasil menciptakan solusi inovatif dalam mengatasi potensi konflik atau memperkuat harmoni.
Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa proses seleksi akan melibatkan panel juri independen yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, dan pakar kerukunan. Kami ingin penghargaan ini benar-benar menjaring para pahlawan kerukunan yang sering kali bekerja tanpa pamrih. Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk bergerak, ujarnya. Pendaftaran dan nominasi untuk Harmony Award 2025 akan dibuka secara resmi pada awal tahun depan, dengan puncak acara penganugerahan direncanakan pada akhir tahun 2025.
Tantangan dan Komitmen Kementerian Agama
Menag tidak menampik bahwa menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial dan politik yang kian kompleks adalah tantangan yang tidak mudah. Arus informasi yang deras, termasuk potensi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, menjadi salah satu faktor yang dapat mengikis kebersamaan. Namun, ia optimis bahwa dengan kolaborasi semua pihak, tantangan tersebut dapat diatasi.
Kementerian Agama memiliki mandat besar untuk membina kehidupan beragama yang rukun. Ini bukan hanya tugas kementerian, melainkan tugas seluruh elemen bangsa. Dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga media massa, semua punya peran sentral, tegasnya. Nasaruddin Umar menambahkan bahwa Kementerian Agama akan terus memperkuat program-program literasi keagamaan, dialog antarumat beragama, serta pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kerukunan.
Melalui Harmony Award 2025 dan berbagai inisiatif lainnya, Menag Nasaruddin Umar berharap semangat kebersamaan dan toleransi dapat terus menyala, menjadi mercusuar bagi Indonesia sebagai bangsa yang damai, bersatu, dan maju di kancah global.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
