March 18, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Mendikdasmen Imbau Pelajar Prioritaskan Silaturahmi, Batasi Gadget Selama Libur Lebaran

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengeluarkan imbauan kepada seluruh peserta didik untuk memanfaatkan momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri dengan memperbanyak interaksi sosial dan silaturahmi. Imbauan ini secara khusus menekankan agar siswa tidak menghabiskan seluruh waktu liburan mereka di depan layar gawai, melainkan aktif membangun kembali ikatan kekeluargaan dan persahabatan.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan Mendikdasmen pada 17 March 2026 menyoroti pentingnya nilai-nilai sosial dan kekeluargaan yang kerap terabaikan di era digital. Libur Lebaran, yang secara tradisional menjadi ajang berkumpul keluarga besar, diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempererat tali persaudaraan yang mungkin renggang karena kesibukan akademik maupun paparan teknologi.

Menguatkan Ikatan Sosial di Tengah Libur Panjang

Mendikdasmen menjelaskan bahwa interaksi tatap muka memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, dan empati sosial pada anak. Berinteraksi langsung dengan keluarga dan kerabat tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan investasi berharga untuk perkembangan pribadi siswa di masa depan. Kegiatan seperti mengunjungi sanak saudara, berdiskusi dengan orang tua, atau bermain bersama sepupu dapat memberikan pengalaman belajar yang tak kalah penting dari pelajaran di sekolah.

“Kami berharap libur Lebaran ini tidak hanya dimanfaatkan untuk beristirahat dan bersenang-senang, namun juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Interaksi langsung, berbagi cerita, dan tawa bersama jauh lebih berharga dan bermakna daripada waktu yang dihabiskan di depan layar gawai secara berlebihan. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan,” demikian pernyataan dari juru bicara Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen juga mendorong orang tua untuk menjadi teladan dan memfasilitasi anak-anak mereka dalam aktivitas-aktivitas yang melibatkan interaksi sosial. Mengajak anak berpartisipasi dalam persiapan Lebaran, mengunjungi tetangga, atau bahkan sekadar membantu di rumah dapat menjadi cara efektif untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan.

Menakar Dampak Gadget dan Pentingnya Keseimbangan Digital

Di sisi lain, imbauan ini juga merupakan respons terhadap kekhawatiran yang meningkat terkait penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan anak-anak dan remaja. Mendikdasmen mengakui bahwa teknologi, termasuk gawai, memang memiliki manfaat edukatif dan informatif. Namun, penggunaan tanpa batas dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial siswa.

Waktu layar yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari gangguan tidur, kelelahan mata, kurangnya aktivitas fisik, hingga potensi kecanduan yang mengganggu konsentrasi belajar dan interaksi sosial. Oleh karena itu, Mendikdasmen menekankan pentingnya keseimbangan digital, di mana siswa diharapkan mampu memilah waktu untuk berinteraksi dengan teknologi dan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan nyata.

Sebagai alternatif, Mendikdasmen menyarankan siswa untuk mengisi waktu liburan dengan kegiatan positif lainnya seperti membaca buku, mengembangkan hobi baru, membantu pekerjaan rumah, atau melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Pembatasan waktu penggunaan gawai selama liburan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjelajahi minat lain dan menyegarkan pikiran sebelum kembali ke rutinitas sekolah.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda