December 1, 2025

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Modifikasi Cuaca BMKG Antisipasi Hujan Ekstrem Sumatra dan Aceh

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 30 November 2025 secara resmi meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatra dan Aceh. Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya proaktif pemerintah untuk menekan intensitas hujan ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, sekaligus mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Operasi ini merupakan buah sinergi lintas sektor yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta berbagai pihak terkait lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas penanggulangan risiko bencana dan optimalisasi bantuan kemanusiaan.

Kepala BMKG, Dr. Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers menyatakan bahwa keputusan untuk mengaktifkan OMC didasarkan pada analisis mendalam terhadap dinamika atmosfer terkini dan prakiraan cuaca jangka menengah. Kami melihat adanya potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Sumatra dan Aceh dalam beberapa waktu ke depan. Operasi modifikasi cuaca ini adalah salah satu instrumen mitigasi yang kami miliki untuk mengurangi risiko tersebut, ujarnya.

Strategi Pencegahan Bencana Hidrometeorologi

Kondisi geografis Sumatra dan Aceh, yang rentan terhadap banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang saat musim hujan ekstrem, menjadi pertimbangan utama dilaksanakannya OMC. BMKG menegaskan bahwa operasi ini bukan untuk menghilangkan hujan, melainkan untuk menggeser waktu dan lokasi jatuhnya hujan, atau mengurangi intensitasnya di area-area krusial yang padat penduduk atau memiliki infrastruktur vital.

Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan. Dengan memodifikasi cuaca, kami berharap dapat mengendalikan puncak intensitas hujan dan mencegah akumulasi air yang berlebihan, sehingga mengurangi dampak buruk seperti banjir dan longsor yang dapat merenggut korban jiwa dan merusak infrastruktur, tambah Dr. Dwikorita.

Kerja sama dengan BNPB memastikan bahwa segala persiapan logistik dan kesiapsiagaan darurat telah disiapkan dengan matang. Sementara itu, keterlibatan TNI dan Polri sangat krusial dalam mendukung operasional di lapangan, termasuk pengamanan, mobilisasi personel, hingga distribusi bantuan jika diperlukan.

“Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama kami. Operasi Modifikasi Cuaca ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman bencana alam.”

— Dr. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG

Mekanisme dan Target Operasi

Operasi Modifikasi Cuaca ini akan menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan generator penyemai awan. Material higroskopis, seperti garam (NaCl), akan disemai ke dalam awan potensial untuk mempercepat proses kondensasi dan presipitasi. Tujuannya adalah agar hujan turun lebih awal atau di lokasi yang telah ditentukan, seperti waduk atau area terbuka, sebelum massa awan mencapai wilayah permukiman padat penduduk atau daerah rawan bencana.

Wilayah target utama operasi meliputi sejumlah provinsi di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau, yang kerap menjadi langganan bencana banjir dan longsor saat musim penghujan tiba. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca secara real-time untuk menyesuaikan strategi dan area operasi guna mencapai efektivitas maksimal.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti setiap informasi serta peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG dan pemerintah daerah setempat. Kesiapsiagaan individu dan komunitas adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, meskipun upaya mitigasi skala besar seperti OMC sedang dilaksanakan.

Operasi ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, atau disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan. Pemerintah berharap, dengan adanya OMC ini, risiko bencana dapat diminimalisir dan stabilitas kehidupan masyarakat dapat terjaga.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda