January 15, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Modric dan Inter Milan: Saga Transfer 2018 yang Terblokir, Apa Dampaknya?

Pada musim panas 2018, jagat sepak bola dikejutkan oleh rumor transfer yang nyaris terwujud: Luka Modric, gelandang maestro peraih Ballon d’Or, dikabarkan sangat dekat untuk meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Inter Milan. Sebuah episode yang, hingga hari ini, 18 November 2025, masih menjadi bahan perbincangan dan ‘apa jadinya jika’ di kalangan penggemar dan analis sepak bola.

Kini, lima tahun setelah saga itu memanas, Modric masih menjadi pilar di lini tengah Real Madrid, sebuah pengingat pahit bagi Nerazzurri tentang peluang emas yang luput. Kisah pemblokiran transfer ini tidak hanya menyoroti kekuatan finansial dan keinginan klub besar, tetapi juga dampak jangka panjang pada karier pemain dan strategi klub.

Saga Transfer yang Mengguncang Musim Panas 2018

Pada tahun 2018, Luka Modric baru saja memimpin tim nasional Kroasia mencapai final Piala Dunia, meraih Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia tak terbantahkan. Di sisi lain, Inter Milan, di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti, tengah berupaya keras untuk membangun kembali kejayaan dan menantang dominasi Juventus di Serie A. Proyek ambisius Inter mencari sosok playmaker berkelas yang bisa mengangkat tim, dan Modric dianggap sebagai kepingan puzzle yang sempurna.

Desas-desus tentang ketertarikan Modric untuk mencari tantangan baru di Italia semakin menguat. Laporan media Spanyol dan Italia kala itu menyebutkan bahwa Modric sendiri tertarik dengan prospek bermain di Serie A, bahkan telah melakukan kontak awal dengan pihak Inter. Ini memicu optimisme besar di kubu Nerazzurri, yang membayangkan trio lini tengah Modric, Marcelo Brozović, dan Radja Nainggolan akan sangat dominan.

Namun, Real Madrid memiliki rencana lain. Florentino Pérez, presiden Los Blancos, dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dalam menjaga aset klub. Kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus di musim panas yang sama membuat Real Madrid tidak memiliki toleransi untuk kehilangan bintang besar lainnya. Modric dianggap terlalu vital untuk dilepas, terutama setelah musim yang sukses secara individu dan kolektif.

“Luka Modric adalah bagian tak terpisahkan dari proyek kami dan tidak akan pergi dari Real Madrid. Dia tidak akan dijual, berapapun tawarannya. Jika ada yang menginginkannya, mereka harus membayar klausul pelepasannya sebesar 750 juta Euro,” tegas sumber internal Real Madrid saat saga transfer memuncak, menunjukkan sikap tak tergoyahkan klub.

Dampak Jangka Panjang dan ‘Apa Jadinya Jika…’

Keputusan Real Madrid untuk memblokir transfer Modric terbukti sangat strategis. Gelandang asal Kroasia itu terus menjadi jantung lini tengah Los Blancos, membantu mereka memenangkan berbagai gelar, termasuk Liga Champions UEFA pada tahun 2022 dan beberapa gelar La Liga. Ia terus menunjukkan performa kelas dunia, menantang usia, dan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar Real Madrid dan sepak bola modern. Kehadirannya memberikan stabilitas, kreativitas, dan kepemimpinan yang tak tergantikan bagi tim.

Bagi Inter Milan, kegagalan mendapatkan Modric tentu menjadi pukulan telak. Mereka akhirnya harus puas dengan opsi lain di lini tengah, meskipun pada akhirnya berhasil membangun skuad yang kompetitif dan memenangkan Scudetto di musim 2020-2021. Namun, banyak spekulasi tetap beredar tentang bagaimana kehadiran Modric bisa saja mempercepat atau bahkan mengubah narasi kejayaan Inter, terutama di kancah Eropa.

Meski tidak pernah berlabuh di San Siro sebagai pemain Inter, Luka Modric berulang kali memiliki kesempatan untuk ‘menyakiti’ Inter Milan di ajang Liga Champions sebagai pemain Real Madrid. Pertemuan-pertemuan tersebut selalu menjadi pengingat pahit bagi para penggemar Inter akan peluang yang luput, dan bagaimana seorang pemain yang mereka dambakan kini menjadi lawan yang tangguh.

Kisah transfer Modric ke Inter Milan adalah cerminan kompleksitas pasar transfer dan kekuatan tawar-menawar antara pemain, klub pembeli, dan klub penjual. Ini menunjukkan bagaimana satu keputusan di meja negosiasi bisa memiliki dampak berantai yang signifikan, membentuk sejarah klub dan lintasan karier seorang pemain untuk tahun-tahun mendatang.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda