January 6, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Pakar Pendidikan Abdul Mu’ti: Semangat Belajar Kunci Bangkitkan Pelajar Aceh Tamiang

Prof. Dr. H. Abdul Muti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus pakar pendidikan terkemuka, menyerukan kepada seluruh pelajar di Aceh Tamiang untuk tidak menyerah pada keterbatasan. Dalam sebuah kunjungan yang penuh makna, ia menekankan pentingnya semangat belajar yang tak padam, bahkan ketika dihadapkan pada situasi sulit pasca-bencana.

Kunjungan 05 January 2026 tersebut dilakukan di tengah upaya pemulihan daerah yang baru saja dilanda musibah, diperkirakan banjir atau dampak bencana alam lainnya yang kerap melanda wilayah tersebut. Pesan Muti ini, yang disampaikan langsung di hadapan para pelajar yang mungkin terpaksa belajar di fasilitas darurat, tenda pengungsian, atau bahkan lantai gedung seadanya, menggarisbawahi pentingnya daya tahan dan adaptasi.

Pendidikan adalah cahaya yang tak boleh padam, sekalipun kita harus belajar di lantai-lantai yang sederhana atau di tengah keterbatasan. Semangat dan ketekunan kalian adalah modal utama untuk membangun kembali masa depan yang lebih cerah, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk Aceh Tamiang. Jangan biarkan musibah memadamkan cita-cita.

Pernyataan tersebut menggema kuat di kalangan pelajar dan tenaga pendidik yang hadir, mengingat kondisi infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah Aceh Tamiang yang masih dalam tahap perbaikan atau bahkan belum memadai setelah terdampak bencana. Mu’ti mengingatkan bahwa proses belajar-mengajar harus tetap berjalan, bagaimanapun tantangan yang menghadang, demi menjaga keberlanjutan masa depan generasi penerus bangsa.

Pentingnya Pendidikan di Tengah Musibah

Pesan yang disampaikan oleh Prof. Mu’ti bukan sekadar motivasi biasa, melainkan pengingat fundamental tentang peran krusial pendidikan, terutama di masa krisis. Ketika infrastruktur hancur, mata pencarian terganggu, dan kehidupan sosial tergoncang, sekolah dan proses belajar-mengajar seringkali menjadi salah satu tiang penopang terakhir yang memberikan struktur, rutinitas, dan harapan bagi anak-anak. Pendidikan memberikan stabilitas psikologis, memupuk resiliensi, dan menawarkan jalan keluar dari lingkaran kemiskinan yang seringkali diperburuk oleh bencana.

Pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat menindaklanjuti semangat ini dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang layak. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan pasca-bencana harus menjadi prioritas utama. Selain itu, dukungan psikososial bagi pelajar dan guru juga sangat diperlukan untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kembali fokus pada pembelajaran.

Apresiasi Terhadap Resiliensi Komunitas

Kunjungan pakar pendidikan ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap daya tahan luar biasa yang ditunjukkan oleh pelajar, guru, dan seluruh komunitas di Aceh Tamiang. Meskipun menghadapi kondisi yang tidak ideal, semangat untuk terus belajar dan mengajar tetap menyala. Kisah-kisah tentang guru-guru yang tetap mengajar di bawah pohon atau di tenda darurat, serta siswa yang gigih mengikuti pelajaran meskipun seragamnya basah atau bukunya rusak, adalah bukti nyata dari komitmen terhadap pendidikan.

Prof. Mu’ti menekankan bahwa resiliensi ini adalah modal sosial yang sangat berharga dalam proses pemulihan dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan masyarakat lokal sangat esensial untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan aman bagi anak-anak. Masa depan Aceh Tamiang, seperti halnya daerah lain yang dilanda bencana, akan sangat bergantung pada seberapa baik generasi mudanya disiapkan melalui pendidikan yang berkualitas.

Pesan Prof. Abdul Mu’ti ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh pemangku kepentingan, dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, hingga orang tua, untuk terus berupaya memastikan bahwa pendidikan tidak pernah menjadi korban abadi dari musibah. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda yang berilmu dan berdaya.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda