Pemerintah Gelar ‘SMK Go Global,’ Lulusan Siap Bersaing di Pasar Internasional
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar mengumumkan inisiatif strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kancah global. Program bertajuk ‘SMK Go Global’ ini direncanakan akan mulai bergulir secara masif pada akhir tahun 2025, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan bonus demografi dan menghasilkan tenaga kerja terampil berkualitas internasional.
Inisiatif ini hadir di tengah kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil yang mampu beradaptasi dengan dinamika industri global. Dengan program ‘SMK Go Global’, pemerintah menargetkan untuk mempersiapkan lulusan SMK agar tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk mengisi pasar kerja di berbagai negara maju.
Fokus dan Mekanisme Program
Dalam keterangannya di Jakarta pada 12 November 2025, Menko PMK Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemerintah akan memfasilitasi lulusan SMK dengan standar keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja internasional. “Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya mandiri tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujar Muhaimin. “Kita tidak lagi hanya mengirim tenaga kerja, melainkan talenta-talenta terbaik yang memiliki nilai tawar tinggi di mata dunia.”
Program ini akan mencakup pelatihan bahasa asing intensif, sertifikasi kompetensi bertaraf global yang diakui secara internasional, serta pemahaman mendalam tentang budaya kerja di negara tujuan. Fokusnya tidak hanya pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kemampuan adaptasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat dihargai di lingkungan kerja global.
Pelaksanaan ‘SMK Go Global’ akan melibatkan koordinasi erat antara Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Tidak ketinggalan, peran aktif dari industri dan lembaga pelatihan swasta juga akan digalakkan untuk memastikan kurikulum yang relevan dan terkini, sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Prospek dan Dampak Ekonomi
Pelaksanaan ‘SMK Go Global’ diproyeksikan akan membawa dampak positif signifikan, baik bagi individu lulusan maupun perekonomian nasional. Lulusan SMK akan memiliki akses yang lebih luas ke peluang kerja di berbagai sektor vital seperti manufaktur berteknologi tinggi, kesehatan, pariwisata, perhotelan, hingga teknologi informasi di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Selain mengurangi angka pengangguran usia muda di dalam negeri, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan remitansi dari pekerja migran terampil. Peningkatan remitansi ini pada gilirannya akan berkontribusi pada pendapatan negara dan stabilitas ekonomi makro. Lebih dari itu, pengalaman kerja di luar negeri akan membekali para lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat mereka aplikasikan saat kembali ke Tanah Air, berpotensi menciptakan wirausahawan atau inovator baru.
Pemerintah optimistis bahwa ‘SMK Go Global’ bukan hanya sekadar program penempatan kerja, melainkan sebuah lompatan besar dalam transformasi pendidikan vokasi Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan era globalisasi.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
