February 2, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Pemulihan Faskes Sumatera Pascabencana: 280 Normal, Dua Fasilitas Hadapi Tantangan

Jakarta, 29 January 2026 – Kabar baik datang dari Sumatera, di mana 280 fasilitas kesehatan (faskes) yang sempat terdampak bencana alam di tiga provinsi telah kembali beroperasi normal. Namun, upaya pemulihan masih berlanjut untuk dua faskes lainnya yang hingga kini masih harus melayani masyarakat di luar bangunan utama mereka akibat kerusakan parah.

Perkembangan ini menandai progres signifikan dalam upaya pemerintah dan berbagai pihak dalam memulihkan infrastruktur kesehatan vital pascabencana di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau. Bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah tersebut beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan luas, termasuk pada sarana kesehatan yang krusial bagi layanan masyarakat.

Upaya Pemulihan Cepat dan Terukur

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota terkait bergerak cepat sejak bencana melanda. Penilaian kerusakan (Damage Assessment) dan analisis kebutuhan (Needs Assessment) dilakukan secara simultan untuk memastikan respons yang tepat. Sebagian besar faskes yang terdampak mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti atap bocor, dinding retak, atau kerusakan instalasi air dan listrik, yang memungkinkan perbaikan cepat dan pengembalian fungsi operasional dalam waktu singkat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Budi Santoso, dalam pernyataannya mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan.

“Kami bersyukur bahwa mayoritas faskes di Sumatera telah kembali berfungsi penuh. Ini adalah hasil dari koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, relawan, dan masyarakat. Komitmen kami adalah memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan, terutama di masa sulit pascabencana,” ujar dr. Budi Santoso.

Faskes-faskes ini, mulai dari Puskesmas hingga klinik pembantu, kini kembali menyediakan layanan esensial seperti pemeriksaan umum, imunisasi, hingga penanganan gawat darurat ringan, yang sangat vital bagi masyarakat yang terdampak bencana. Distribusi obat-obatan dan alat kesehatan juga telah dipastikan memadai untuk mendukung operasional yang normal.

Tantangan Dua Faskes yang Tersisa

Meskipun sebagian besar telah pulih, dua faskes di wilayah terpencil, satu di Kabupaten Pesisir Selatan (Sumatera Barat) dan satu di Kabupaten Tanah Datar (Sumatera Barat), masih menghadapi tantangan serius. Kedua fasilitas ini dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang parah, dengan pondasi bangunan yang tidak stabil atau risiko tanah bergeser, sehingga tidak aman untuk digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Siti Aminah, menjelaskan kondisi kedua faskes tersebut. “Untuk sementara, layanan kesehatan di kedua lokasi tersebut kami alihkan ke tenda darurat atau bangunan sementara yang lebih aman. Ini memang tidak ideal, namun akses layanan dasar tetap kami pastikan berjalan, terutama untuk kasus-kasus prioritas seperti ibu hamil, anak-anak, dan korban luka ringan,” jelas dr. Siti Aminah.

Pembangunan kembali atau relokasi kedua faskes ini diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, mungkin hingga kuartal terakhir tahun ini, mengingat kompleksitas kondisi geografis dan kebutuhan akan konstruksi yang lebih kokoh dan aman. Pemerintah daerah telah mengajukan anggaran khusus untuk proyek ini, dan diharapkan bisa segera terealisasi untuk mengembalikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga setempat.

Kemenkes menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mendukung pemulihan dua faskes yang tersisa, memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang kehilangan akses vital terhadap layanan kesehatan. Upaya mitigasi bencana juga akan terus diperkuat untuk mencegah dampak serupa di masa depan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda