February 11, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Presiden Prabowo Jamin Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga Pangan di Daerah Bencana Jelang Ramadan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya di wilayah terdampak bencana, menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pernyataan ini disampaikan sebagai upaya pemerintah untuk menenangkan masyarakat dan menjamin daya beli di masa krusial.

Pada 11 February 2026, Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa instruksi langsung dari Presiden Prabowo bertujuan untuk mencegah lonjakan harga dan potensi kelangkaan pasokan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, terutama di daerah yang kondisinya rentan akibat bencana alam. Fokus utama adalah menjaga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa terbebani biaya yang berlebihan.

Prioritas Kestabilan Harga di Wilayah Bencana

Kebijakan ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang rentan, terutama mereka yang baru saja menghadapi dampak bencana alam. Wilayah-wilayah yang infrastrukturnya rusak dan jalur distribusinya terganggu seringkali menjadi target spekulan, yang dapat memperburuk kondisi ekonomi warga.

Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa instruksi Presiden Prabowo bukan hanya sekadar memastikan ketersediaan pasokan, tetapi juga menjamin bahwa harga-harga kebutuhan pokok tersebut tetap berada dalam batas wajar dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemantauan ketat akan dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

“Presiden sangat menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga, terutama di saat masyarakat sedang berjuang memulihkan diri dari bencana. Jangan sampai beban mereka bertambah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah persiapan menyambut Ramadan. Ini adalah bentuk kehadiran negara,”

ujar Teddy Indra Wijaya, mengutip pesan Presiden.

Mekanisme Pengawasan dan Intervensi Pasar

Untuk merealisasikan instruksi ini, berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bulog, dan Badan Pangan Nasional, akan berkoordinasi erat. Mereka akan bekerja sama dalam memantau rantai pasok, melakukan operasi pasar jika diperlukan, serta memastikan distribusi barang berjalan lancar hingga ke daerah-daerah terpencil yang terdampak bencana.

Langkah-langkah preventif ini mencakup identifikasi potensi hambatan distribusi, pengecekan stok di gudang-gudang penyimpanan, hingga penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa menjelang hari besar keagamaan, tekanan inflasi pada harga pangan cenderung meningkat. Oleh karena itu, langkah antisipatif ini dianggap krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem pasar yang sehat, di mana pasokan mencukupi dan harga stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan biaya hidup. Langkah proaktif pemerintah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di wilayah bencana, dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang sebentar lagi tiba. Komitmen Presiden Prabowo melalui Seskab Teddy Indra Wijaya ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melindungi daya beli warganya.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda