February 22, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Riau Darurat Karhutla: Lebih dari Seribu Hektare Lahan Hangus Terbakar

PEKANBARU – Provinsi Riau kembali menghadapi tantangan serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau menunjukkan bahwa luas area yang terdampak karhutla di wilayah tersebut telah mencapai 1.041,74 hektare sejak awal tahun ini hingga 21 February 2026. Angka ini mencerminkan kondisi darurat yang memerlukan perhatian dan tindakan cepat.

Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah paling parah yang dilanda karhutla, menyumbang sebagian besar dari total luas lahan yang terbakar. Kebakaran di Pelalawan dan beberapa kabupaten lain tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi dan transportasi.

Sebaran dan Pemicu Kebakaran

Luasnya sebaran karhutla di Riau sebagian besar terjadi pada lahan gambut dan mineral. Kondisi musim kemarau yang diperparah oleh fenomena iklim tertentu menjadi salah satu faktor pemicu utama. Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar juga masih menjadi penyebab dominan.

BPBD Riau menjelaskan bahwa upaya pemadaman di lapangan seringkali terkendala oleh lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, seperti di kawasan hutan atau lahan gambut yang terpencil. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan apinya bisa merambat di bawah permukaan tanah membuat proses pemadaman menjadi lebih rumit dan memakan waktu.

“Kami terus berupaya maksimal dalam memadamkan api, namun tantangan di lapangan sangat besar. Lahan gambut yang terbakar sulit dipadamkan dan asapnya sangat pekat. Peran serta masyarakat dalam mencegah pembakaran lahan sangat krusial untuk menekan angka karhutla ini,” ujar seorang pejabat BPBD Riau, saat dihubungi 21 February 2026.

Langkah Mitigasi dan Pencegahan

Pemerintah Provinsi Riau bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD telah mengintensifkan berbagai langkah mitigasi dan pencegahan. Patroli darat dan udara ditingkatkan untuk memantau titik-titik panas (hotspot) serta melakukan upaya pemadaman dini. Operasi water bombing menggunakan helikopter juga terus dilakukan di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain upaya pemadaman, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla serta larangan pembakaran lahan juga gencar dilakukan. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakar lahan diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengurangi insiden kebakaran di masa mendatang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan potensi kebakaran atau titik api.

Ancaman karhutla di Riau bukan hanya persoalan lokal, tetapi juga berdampak lintas provinsi bahkan lintas negara jika kabut asap meluas. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan karhutla secara komprehensif dan berkelanjutan di masa yang akan datang.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda