December 1, 2025

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

TNI Kaji Jenderal Bintang Tiga Pimpin Misi Perdamaian Gaza: Kriteria Ketat Disiapkan

Jakarta, 25 November 2025 – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mematangkan daftar kandidat perwira tinggi berpangkat bintang tiga untuk memimpin Pasukan Pemelihara Perdamaian di Gaza. Penunjukan komandan misi yang sangat krusial ini memerlukan seleksi ketat, mengingat kompleksitas dan sensitivitas wilayah konflik di Jalur Gaza pasca-resolusi PBB.

Proses internal di tubuh TNI saat ini fokus pada penggodokan nama-nama jenderal yang dianggap paling kapabel untuk mengemban tugas berat tersebut. Posisi Komandan Pasukan Pemelihara Perdamaian Gaza bukan sekadar jabatan militer, melainkan juga menuntut kemampuan diplomasi, manajerial, dan pemahaman mendalam terhadap konteks geopolitik di Timur Tengah.

Seleksi Ketat untuk Komandan Misi Krusial

Sumber internal di Markas Besar TNI menyebutkan bahwa beberapa perwira tinggi dari berbagai matra telah masuk dalam bursa. Namun, penekanan utama adalah pada kriteria khusus yang telah ditetapkan. Calon komandan dituntut memiliki rekam jejak kepemimpinan yang teruji, kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap dinamika konflik, serta keahlian diplomasi untuk berinteraksi dengan berbagai pihak berkepentingan.

Kriteria utama yang dicari meliputi pengalaman dalam misi perdamaian internasional sebelumnya, seperti UNIFIL di Lebanon atau misi PBB lainnya, kemampuan berbahasa asing (khususnya Inggris dan Arab akan menjadi nilai tambah), serta memiliki pemahaman komprehensif tentang hukum humaniter internasional dan aturan pelibatan (Rules of Engagement) yang berlaku dalam misi perdamaian PBB.

“Posisi ini bukan hanya tentang kemampuan tempur, melainkan juga kecerdasan emosional dan manajerial dalam mengelola pasukan dari berbagai negara, menghadapi tekanan media global, dan bernegosiasi dengan faksi-faksi yang bertikai. Seorang komandan di Gaza haruslah seorang diplomat sekaligus pemimpin militer yang tangguh,” ujar seorang pengamat militer yang enggan disebut namanya, menekankan kompleksitas peran tersebut.

Pemilihan jenderal bintang tiga menunjukkan keseriusan Indonesia dalam berkontribusi pada perdamaian dunia, sekaligus menempatkan perwira terbaiknya di garis depan misi yang berisiko tinggi ini. Selain itu, pengalaman dalam mengelola logistik, operasi kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil juga menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi.

Komitmen Indonesia di Panggung Global

Keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian di Gaza merupakan manifestasi nyata dari amanat konstitusi untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia. Indonesia memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB melalui Kontingen Garuda, yang telah berpartisipasi di berbagai belahan dunia sejak tahun 1957.

Misi di Gaza kali ini diperkirakan akan menjadi salah satu misi paling menantang. Wilayah tersebut memiliki riwayat konflik yang panjang dan kerap diwarnai ketegangan. Oleh karena itu, komandan yang terpilih harus memiliki kapasitas untuk menjaga netralitas, membangun kepercayaan dengan semua pihak, dan memastikan keselamatan pasukan serta keberlangsungan operasi kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara lain terkait rencana pembentukan dan operasionalisasi pasukan perdamaian ini. Penunjukan komandan diharapkan dapat segera diumumkan setelah proses seleksi internal TNI rampung, diikuti dengan persiapan intensif bagi pasukan yang akan diberangkatkan.

Dengan menempatkan perwira tinggi terbaiknya, Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya stabilisasi dan penciptaan perdamaian abadi di Jalur Gaza, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut bangsa ini.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda