Tragedi Pilu Bayi Prematur Bekasi: Ditemukan, Berjuang, Hingga Meninggal Dunia
Sebuah insiden tragis menyelimuti kota Bekasi setelah seorang bayi prematur yang ditemukan di sebuah unit apartemen meninggal dunia di rumah sakit. Kasus memilukan ini mencuat ke publik pada 11 February 2026, menyisakan duka mendalam serta pertanyaan besar mengenai pihak yang bertanggung jawab. Pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku di lokasi terpisah guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Perjuangan Singkat Sang Bayi dan Upaya Medis
Bayi malang yang belum diketahui pasti jenis kelaminnya ini pertama kali ditemukan pada 11 February 2026 dini hari oleh penghuni apartemen di wilayah Bekasi Barat. Menurut saksi mata yang enggan disebutkan namanya, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sangat lemah, dengan tanda-tanda kelahiran prematur, dan terbungkus seadanya. Dugaan sementara, bayi mungil tersebut baru saja dilahirkan beberapa jam sebelum ditemukan di tempat yang tidak layak.
Melihat kondisi kritis sang bayi, warga dan petugas keamanan apartemen segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan serangkaian tindakan penyelamatan darurat. Dokter dan perawat berjuang keras untuk menstabilkan kondisi bayi yang lahir dengan berat badan sangat rendah tersebut. Berbagai peralatan medis canggih dikerahkan, mulai dari inkubator khusus, ventilator, hingga obat-obatan penunjang kehidupan.
Namun, takdir berkata lain. Setelah beberapa jam menjalani perawatan intensif dan menunjukkan perjuangan yang luar biasa untuk bertahan hidup, kondisi bayi terus memburuk. Tim dokter menyatakan bahwa bayi tersebut tidak dapat lagi bertahan dan menghembuskan napas terakhirnya pada 11 February 2026 sore, akibat komplikasi yang parah terkait kelahirannya yang prematur serta kondisi penemuan yang tidak layak. Kematian bayi ini sontak menambah pilu suasana di rumah sakit dan mencuatkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat.
Penyelidikan Intensif dan Penangkapan Dua Tersangka
Bersamaan dengan upaya penyelamatan medis, pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota segera memulai penyelidikan atas penemuan bayi tersebut. Tim Unit Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di unit apartemen tempat bayi ditemukan. Berbagai barang bukti dikumpulkan secara cermat, termasuk petunjuk yang mengarah pada identitas pihak-pihak terkait. Petugas juga memeriksa rekaman CCTV apartemen serta mewawancarai sejumlah saksi mata dan penghuni.
Hanya dalam waktu singkat, penyelidikan intensif membuahkan hasil. Pada 11 February 2026 malam, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan kasus penemuan bayi tersebut. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda yang merupakan hasil pengembangan dari petunjuk di TKP dan keterangan saksi. Identitas kedua terduga pelaku belum diungkapkan secara detail oleh pihak kepolisian demi kepentingan penyidikan, namun dugaan awal mengarah pada orang tua kandung atau pihak yang bertanggung jawab atas kelahiran dan penelantaran bayi tersebut.
“Kami telah mengamankan dua orang terkait kasus penemuan bayi prematur yang kemudian meninggal dunia. Penyelidikan masih terus kami lakukan untuk mengungkap motif dan peran masing-masing. Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepatnya dan menyeret pelaku ke meja hijau,” ujar Kompol Ardiansyah, Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, dalam keterangan persnya pada 11 February 2026.
Kedua terduga kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Bekasi Kota. Polisi akan mendalami apakah ada unsur kesengajaan dalam penelantaran bayi tersebut, serta apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam insiden tragis ini. Kasus ini kemungkinan akan disangkakan dengan pasal-pasal terkait penelantaran anak yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman pidana yang berat. Masyarakat menuntut keadilan bagi sang bayi tak berdosa ini, dan berharap kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
