Transformasi Wajah Rasuna Said: Ratusan Tiang Monorel Tuntas Dibongkar
JAKARTA – Sebanyak 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun berdiri mangkrak di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kini telah rampung dibongkar. Proyek pembongkaran yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta ini menandai babak baru bagi penataan salah satu koridor bisnis paling strategis di Ibu Kota, dengan fokus pada pengembangan ruang publik yang lebih hijau dan humanis.
Pembongkaran tiang-tiang beton sisa proyek monorel yang mangkrak sejak awal 2000-an ini dimulai secara intensif pada 14 Januari 2016, setelah melewati berbagai tahapan perencanaan dan koordinasi lintas sektor. Proses yang memakan waktu beberapa tahun ini akhirnya berhasil membersihkan lanskap kota dari struktur yang sebelumnya dianggap sebagai simbol kegagalan proyek infrastruktur masa lalu dan mengganggu estetika kota.
Monumen Kegagalan Jadi Ruang Harapan Baru
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Pramono, menyatakan bahwa penyelesaian pembongkaran ini merupakan komitmen kuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata kembali ruang kota. Dengan tuntasnya pembongkaran tiang-tiang ini, kami tidak hanya menghilangkan struktur yang mengganggu pemandangan, tetapi juga membuka peluang besar untuk menciptakan ruang publik yang lebih berkualitas bagi warga Jakarta, ujar Pramono dalam keterangan persnya pada 24 February 2026.
“Pembongkaran ini bukan sekadar meruntuhkan bangunan fisik, melainkan merupakan langkah fundamental untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai koridor urban yang efisien dan estetis. Kami ingin Rasuna Said menjadi contoh bagaimana bekas kegagalan dapat diubah menjadi harapan baru bagi pembangunan kota,” tambah Pramono.
Tiang-tiang monorel yang telah dibongkar tersebut memiliki tinggi rata-rata belasan meter dan tersebar di sepanjang Jalan Rasuna Said, mulai dari wilayah Kuningan hingga Mampang Prapatan. Proses pembongkaran melibatkan penggunaan alat berat dan memerlukan manajemen lalu lintas yang cermat agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan padat tersebut. Keberhasilan proyek ini menunjukkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah infrastruktur yang berlarut-larut.
Fokus Selanjutnya: Penataan Trotoar dan Taman Kota
Setelah seluruh tiang monorel berhasil dirobohkan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan segera melanjutkan tahap berikutnya, yaitu penataan trotoar dan pembangunan taman kota. Rencananya, trotoar di sepanjang Rasuna Said akan diperlebar dan ditingkatkan kualitasnya, menyediakan jalur pejalan kaki yang nyaman, aman, dan ramah disabilitas. Desain trotoar baru ini juga akan mengintegrasikan fasilitas pendukung seperti bangku, jalur sepeda, dan penerangan yang memadai untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Selain itu, area-area yang sebelumnya ditempati oleh tiang monorel akan diubah menjadi ruang hijau berupa taman kota. Konsep penataan ini mencakup penanaman pohon-pohon peneduh, area duduk, serta elemen lansekap lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kualitas udara dan memberikan estetika yang lebih segar bagi lingkungan perkotaan. Proyek ini diharapkan dapat mengubah Rasuna Said menjadi koridor yang lebih sejuk, rindang, dan menarik bagi pejalan kaki serta pengguna transportasi publik, sekaligus berfungsi sebagai resapan air kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap proyek penataan ini tidak hanya akan memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi publik dan mobilitas aktif yang lebih tinggi. Dengan adanya trotoar yang nyaman dan taman kota yang asri, diharapkan warga Jakarta semakin gemar berjalan kaki dan menikmati ruang terbuka hijau di tengah hiruk pikuk kota. Proyek ini merupakan bagian dari visi besar Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan berdaya huni, serta berorientasi pada manusia.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
